Marthen Nai Buti Minta Maaf, Ruben Fallo Cs Belum Terima Damai

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Belu, mempertemukan pelapor sembilan warga Manumutin dan terlapor oknum anggota DPRD Belu, Marthen Nai Buti.

Rapat dengan agenda mendengar klarifikasi berlangsung di lantai II ruang BK DPRD Belu Selasa (20/4/2021). Rapat dengan agenda klarifikasi kedua pihak pelapor dan terlapor dipimpin Ketua BK DPRD Belu, Eduardus Mauboy dan dihadiri dua anggota Agustinho Pinto dan Maria Kolo Hale.

Terlapor Marthen Nai Buti saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan permohonan maaf dan menyesali kekhilafannya dihadapan pelapor. Sehingga dirinya berniat menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada sembilan pelapor. Ia memastikan satu hari kedepan akan bertemu pelapor untuk penyelesaian kekeluargaan.

” Di ruang tadi sudah mendekati titik cair. Tetapi sepertinya keluarga menginginkan saya pergi langsung. Saya tidak perlu pakai perwakilan. Saya pasti pergi karena pelapor semua itu masih saudara, hubungan keluarga satu nenek,” tandasnya.

Baca Juga:  Uskup Atambua Bersuara Batalkan Pameran HUT Kefamenanu

Lanjut Marthen dihadapan pelapor ia mengakui salah sehingga dari lubuk hati yang paling dalam, sampaikan permohonan maaf.

Sebenarnya permohonan maaf sudah ia sampaikan setelah kejadian. Namun karena ada kegiatan yang harus diselesaiakan saat itu, sehingga baru dipertemukan hari ini di BK DPRD Belu. Ia berharap setelah pertemuan hari ada ruang untuk berdamai termasuk pelapor juga bisa menyelesaikan laporan di Polisi.

Terpisah Ruben Fallo, salah satu korban perbuatan tidak menyenangkan kepada wartawan mengatakan bersama rekannya sudah mengikuti jalannya rapat klarifikasi bersama BK DPRD Belu. Dalam tersebut terlapor Marthen Naibuti menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada mereka.

Baca Juga:  Satgas TNI Dan Warga Fulur Belu, Gotong Royong Pasang Saluran Air Pipa

” Tadi di ruang Pak Marthen mengakui perbuatannya dan bersedia untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Ruben.

Meski begitu, Ia bersama saudaranya belum menyatakan sepakat karena harus melakukan rembuk bersama untuk melahirkan kesepakatan dianatara mereka apakah tetap menerima permohonan maaf dari terlapor atau tetap melanjutkan proses hukum yang sementara berlanjut.

Menurut Ruben, BK memberi waktu selama 9 hari kedepan untuk berembuk. Setelah ada kesepakatan bersama, bisa disampaikan kepada BK untuk proses lebih lanjut.

” Kami tadi menolak untuk langsung terima permohonan maaf dari Pak Marthen. Karena kami ada 9 orang jadi harus rembuk dulu. Ada keluarga yang datang untuk berdamai tentu kita damai,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Maslete Kefamenanu Jadi Korban Penipuan Mas Pijit

Ruben berharap proses yang sementara ditangani BK tetap berlanjut termasuk proses hukum yang dilaporkan di Polres Belu. Mereka merasa lega karena terlapor sudah mengakui kesalahannya dan dengan rendah hati menyampaikan permohonan dihadapan mereka.

Sementara Ketua BK DPRD Belu, Eduardus Mauboy saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan prosesnya belum selesai. BK memberikan waktu untuk mengurus damai.

“Belum selesai kedua pihak masih kompromi mereka masih selesaikan di keluarga,” tandasnya. .

Menurut Eduardus, proses damai kedua pihak tidak menghentikan proses di BK. Pihaknya terus berproses dan bersikap profesional sesuai mekanisme aturan yang berlaku. (ren/gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!