Menteri Koperasi dan UKM Apresiasi Kinerja PUSKOPCUINA

  • Bagikan

TimorBerita, Atambua – Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah memberikan apresiasi kepada KSP Pusat Koperasi Credit Union (PUSKOPCUINA) saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) PUSKOPCUINA ke-33 di Atambua Kabupaten Belu Perbatasan Negara RI-Timor Leste.

Apresiasi dan bangga ini disampaikan langsung oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki dalam sambutan virtual saat acara pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXXIII Tahun Buku 2021, di Ball Room Hotel Matahari Atambua, Kamis, 19 Mei 2022.

Menurut Masduki, pihak Kementerian sangat mengapresiasi kinerja PUSKOPCUINA karena mampu mempertahankan usahanya dengan baik di tengah tantangan pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Bupati Malaka Segera Eksekusi ASN Terlibat Politik Praktis

Masduki mengatakan, Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan bentuk komitmen pengurus dalam memenuhi tanggungjawab dan akuntabilitas kinerja kepada anggota koperasi.

Saat ini pemerintah terus mendorong koperasi untuk meningkatkan profesionalisme koperasi melalui modernisasi dan penguatan kelembagaan, keuangan dan usahanya tanpa meninggalkan prinsip dan jati diri koperasi.

Kata Menteri Masduki, potensi pengembangan usaha koperasi harus disertai dengan kepatuhan regulasi yang baku agar kegiatan usaha koperasi terhindar dari permasalahan.

“Saya mengimbau seluruh anggota Puskopcuina untuk wajib melakukan registrasi pada aplikasi CeoAML-PPATK sebagai pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme pada koperasi”, ujarnya.

Baca Juga:  Valentino Cup, Abiceleste Fc Taklukan Atoin Amaf Fc

Selanjutnya dalam menciptakan ekosistem yang sehat dalam pengembangan koperasi, Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan reformasi pengawasan koperasi melalui Peraturan Menteri Koperasi dan UKM nomor 9 tahun 2020 mengenai pengawasan koperasi.

Dikatakan salah satu perubahan utama adalah penggunaan standar pemeriksaan koperasi berbasis resiko dengan empat klasifikasi usaha koperasi berdasarkan jumlah anggota, usaha, modal dan aset.

Pada klasifikasi usaha koperasi tiga dan empat akan diberlakukan uji kelayakan dan kepatuhan bagi pengurus dan pengawas koperasi.

“Saya berharap agar Puskopcuina dapat berperan sebagai lembaga Apex yang berperan menjaga likuiditas koperasi primer anggotanya. Fungsi model Apex di titik datang dalam peran pengumpulan dana, pemberian bantuan keuangan dan dukungan teknis”, ucapnya.

Baca Juga:  Temu Mitra Bersama Pelaku UMKM, Begini Pesan Bupati Belu

Menteri Teten Masduki menambahkan dalam situasi sulit koperasi sekunder menjadi jaring pengaman bagi anggota, kemudian mendorong pemberdayaan anggota, melalui fasilitasi pelatihan, inovasi layana, kolaborasi dan kemitraan hingga diversifikasi usaha yang bertujuan mensejahterakan dan memberikan nilai tambah bagi anggota.

Pihak kementerian juga mengapresiasi PUSKOPCUINA yang telah menerapkan sistem digitalisasi dalam menjalankan usahanya dengan menghadirkan layanan transaksi digital melalui aplikasi ESCETE.

Menurutnya penerapan sistem manajemen yang terhubung dengan seluruh koperasi primer anggotanya sehingga data base anggota tercatat dengan baik. Hal ini memudahkan dalam memonitor perkembangan anggota.

  • Bagikan