Mobil Ambulance Antar Tim Sukses, Kepala Puskesmas Uabau Diadukan Ke Bawaslu

  • Bagikan

TimorBerita. Betun –Kepala Puskesmas Uabau, di duga salah gunakan mobil ambulance untuk melancarkan Kampanye, salah satu Paslon yang kampanye di Desa Meo Troi, Kecamatan Laenmanen Jumat (27/11/2020).

Tak puas fasilitas Negara disalahgunakan
warga mengancam akan mengadu ke Bawaslu. Sejumlah bukti sudah disiapkan.

Informasi sejumlah warga menyebut saat pulang kampanye mobil ambulace Puskesmas Uabau, sempat mengantar Kepala Desa (Kades) Nauke Kusa, Anselmus D. Berek dan Agustinus Las dari titik kampanye di Desa Meo Troi.

” Mobil ambulance itu disalahgunakan karena antar tim sukses pendukung paslon tertentu,” sebut Ferdynandus Ikun warga Uabau.

Baca Juga:  Kunjungi Malaka Kapolda NTT Pastikan Perkara Bawang Merah Segera P21

Lebih lanjut Tokoh Pemuda menuturkan dugaan keterlibatan kepala puskesmas karena menggunakan mobil ambulance. Untuk mengantar Kades Nauke Kusa dan salah satu orang Tim sukses usai kampanye di Desa Meo Troi.

Hal ini sesuai pengakuan
Kades Nauke sesaat di interogasi mengaku baru pulang dari Desa Meo Troi mengikuti Kampanye.

” Kades mengaku mereka baru pulang kampanye di desa Meo Troi. Sehingga kita tahu penggunaan mobil ambulace atas perintah Kapus Uabau,” tandas Ferdy di amini sejumlah warga.

Terhadap dugaan keterlibatan oknum ASN dan Kades apalagi menggunakan fasilitas negara, Ferdy menilai tindakan tersebut sangat keliru sehingga mau melapor ke Bawaslu.

Baca Juga:  Kim Taolin Tokoh Muda Malaka, Diterima Semua Kalangan

Sejumlah bukti sudah disiapkan sebab diaturan Pilkada jelas setiap warga berhak untuk melapor kepada lembaga berwajib.

“Bukti sudah ada kami mau lapor ke Panwas atau langsung di Bawaslu kabupaten, ” ujarnya.

Tokoh Muda Ua Bau menilai sebagai ASN seharusnya menjaga netralitas. Menjadi panutan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Bukan menjadi tim sukses apa lagi menggunakan fasilitas mobil ambulance untuk melancarkan kampanye.

Fasilitas Negara lanjut Ferdy, berupa mobil ambulance di fungsikan untuk melayani masyarakat pasien yang sakit. Bukan untuk memfasilitasi tim sukses menyukseskan kampanye paslon tertentu.

Baca Juga:  Paslon SN-KT Tekad Bangun BalaiĀ  Adat Desa

Ia berharap selain laporan nanti, agar penyelenggara baik Bawaslu dan jajarannya termasuk aparat kepolisian agar menertibkan oknum ASN yang bandel dalam proses pilkada Malaka.

Sebagai ASN harus paham aturan sehingga tidak menjadikan mobil plat untuk melancarkan kepentingan politik tertentu.

“Itu mobil untuk melayani orang sakit bukan untuk kepentingan politik,” tandasnya.

Sementara Kepala Puskesmas Uabau, Maria Paskalia Kalau saat dikonfirmasi melalui telephone selulernya belum merespon wartawan terkait penggunaan fasilitas negara itu. (Joka/Gio)

  • Bagikan