Nasib Imigran Afganistan “Gelap” Pemprov NTT Cari Solusi Terbaik

  • Bagikan

TimorBerita.Kupang || Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur sedang berupaya mencari solusi terbaik untuk para imigran Afganistan yang sedang di penampungan Rudem Kupang.

Buktinya Rabu (19/5), Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mempertemukan perwakilan imigran Afganistan dengan pihak International Organization For Migration (IOM).

Pertemuan yang berlangsung di ruang Wagub NTT bertujuan memfasilitasi berbagai keluhan dan permasalahan yang disampaikan para imigran.

Wakil Gubernur Josef Nae Soi mengatakan, pemerintah Provinsi NTT telah menganggap para imigran sebagai bagian dari penduduk NTT walaupun bukan warga negara Indonesia.

” Walau berbeda warga negara tetapi sudah tinggal lama di Kupang, kami sudah anggap jadi penduduk NTT. Sehingga Keluhan-keluhan itu akan kita carikan jalan keluar yang terbaik. Ada IOM di sini, kita akan diskusikan secara kekelurgaan, ” jelas Wagub Josef.

Baca Juga:  Lima Hakim Terpapar Covid-19 Pengadilan Negeri Atambua Ditutup

Josep menjelaskan sebagai daerah transit, Pemerintah Provinsi NTT tidak bisa membantu banyak untuk siapkan tempat tinggal yang layak bagi para imigran karena keterbatasan anggaran.

Namun akan fasilitasi untuk dicarikan win-win solution. Karena dari IOM juga dibatasi aturan. Sehingga akan dikonsultasikan dengan pihak terkait lainnya untuk diselesaikan masalah yang sudah berlarut.

” Beri saya waktu dua minggu untuk bicarakan hal ini lebih intens dengan IOM dan pihak terkait lainnya,” tandas Wagub Josep.

Lebih lanjut Wagub juga meminta para imigran untuk menyiapkan argumentasi-argumentasi yang lebih meyakinkan agar dapat diteruskan oleh pemerintah provinsi ke berbagai pihak untuk menemukan jalan keluar yang tepat.

“Kalau teman-teman imigran mau pindah ke tempat yang lebih layak, tolong teman-teman cari argumentasi yang memudahkan teman-teman bisa pindah. Kita akan fasilitasi hal ini,” tandasnya.

Baca Juga:  Hakim Vonis Muhamad Ruslan 10 Tahun, Kuasa Hukum Masih Pikir Pikir

Lanjut Josep pernah berkunjung ditempat penampungan yang sangat baik di Batam dan Tanggerang bersama Menteri Hukum dan HAM. Sehingga kalau imigran yang mau jadi warga negara Indonesia, Pemprov NTT juga bisa bantu fasilitasi.

” Kita pasti akan cari jalan keluar terbaiklah,” tandas Wagub Nae Soi.

Sementara, Kubra Hasani mewakili para imigran menyampaikan terima kasih kepada Wagub Josef Nae Soi karena bisa mempertemukan para imigran dengan pihak IOM.

“Terima kasih bapa sudah bantu kami ketemu dengan IOM. Karena sudah lama kalau mau ketemu mereka, tidak bisa. Kami liat IOM kurang transparan dalam mengurus kami,”kata Kubra.

Kubra Hasani imigran yang sudah 6 tahun menetap di Kupang dengan suara bergetar, menyampaikan keluhan para imigran. Di antaranya keinginan untuk pindah ke tempat settlement atau rumah tinggal yang layak sesuai aturan yang telah ditetapkan. Juga permasalahan pendidikan anak.

Baca Juga:  Gubernur VBL Ingatkan Pjs Bupati, Jaga Netralitas

Wanita setengah baya yang sudah meemiliki dua anak dengan derai air mata menuturkan nasib imigran yang sudah bertahun tahun mengalami permasalahan seperti pendidikan. Sebagai orang tua dirinya merasa sedih melihat nasib anak-anaknya yang tidak bisa sekolah seperti anak lokal.

Ia mengakui selama ini memang sekolah tapi itu hanya formalitas. anak anak imigran tidak bisa ikut ujian dan dapat ijasah karena tidak teregister. Dan hal ini tidak diberitahu oleh IOM secara terbuka. Juga masalah urusan medis atau kesehatan, juga kurang terbuka.

” Kami hanya mau supaya aturan-aturan tentang imigran dari UNHCR diperhatikan dengan sungguh,” ungkap Kubra Hasani.

  • Bagikan