Negara Dirugikan 9,6 Miliar Kejati NTT Tahan Mantan Bupati Kupang

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang – Mantan Bupati Kupang Agustinus Ibrahim Medah resmi di tahan Penyidik Tipikor Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bupati Kupang dua periode ini ditahan terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset tanah dan bangunan milik Pemerintah Kabupaten Kupang. Sesuai perhitungan negara dirugikan Rp 9,6 miliar.

Penahanan terhadap Ibrahim Agustinus Medah (IAM) pada Rabu 3 Desember 2021 siang. Mantan Anggota DPD RI diduga terlibat dalam kasus pemindahtanganan aset Tanah dan Bangunan Pemerintah Kabupaten Kupang di Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Baca Juga:  Jaksa Geledah Kantor, Sita Handphone Bupati Manggarai Barat

Ibrahim Agustinus Medah yang biasa disapa Iban Medah sebelum ditahan sempat diperiksa penyidik bersama sejumlah saksi lainnya. Pemeriksaan mulai sejak pukul 09 : 00 wita hingga pukul 14 : 00 wita.

Usai diperiksa Mantan Bupati Kupang dua periode ini langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Kelas IIB Kupang. Ia ditahan setelah diperiksa kesehatannya oleh tim medis yang disiapkan penyidik Kejati NTT.

Baca Juga:  Kejati NTT Selamatkan Uang Negara Jumlanya Fantastis

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H melalui
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi NTT, Abdul Hakim, S. H kepada wartawan menjelaskan bahwa Kejati NTT melakukan penahanan terhadap tersangka IAM terkait kasus pemindahtanganan aset Tanah dan Bangunan Pemerintah Kabupaten Kupang.

” Hari ini Kejati NTT melakukan penahanan terhadap tersangka IAM. Penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk melakukan penetapan tersangka dan penahanan,” tandas Abdul.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Yakin Jonas Salean Tidak Bersalah, Ada Bukti Hukum

Lanjut Abdul, berkas kasus tersebut secepatnya dirampungkan dan dilimpahkan ke pengadilan untuk persidangan. Terkait kasus dugaan korupsi ini baru satu tersangka sambil melihat proses persidangan nanti apakah ada keterlibatan pihak lain atau tidak. Tentunya tergantung fakta sidang nanti.

  • Bagikan