Panen Jagung di TTU, Gubernur Janji Bangun Pabrik Pakan Ternak

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan panen simbolis di desa Letneo, kecamatan Insana Barat kabupaten Timor Tengah Utara, Selasa (23/3/2021).

Gubernur Viktor memanen jagung hibrida hasil program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang di lahan seluas 1,2 hektare. Hasil produksi jagung sangat menjajikan. Sehingga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan akan mendirikan pabrik Pakan Ternak.

Gubernur Viktor menjelaskan, program TJPS merupakan perwujudan sinergitas antara bidang pertanian dan peternakan sebagai supply chain pembangunan di NTT yang bertujuan untuk merencanakan, mengendalikan dan menjalankan arus produk ke depan agar NTT bisa menjadi penyuplai bahan produksi makanan.

Lanjut Viktor, saat ini sebagian besar rantai pasokan di NTT didatangkan dari luar. Untuk itu pemerintah akan mendorong pelaksanaan program TJPS agar bisa berkembang di seluruh wilayah provinsi NTT melalui peningkatan kualitas serta kuantitas jagung hasil panen.

Baca Juga:  Gubernur NTT Minta Semua Armada Harus Tertib Masuk Terminal

Dikatakan meningkatnya kualitas dan kuantitas hasil panen jagung program TJPS, Pemerintah provinsi NTT juga telah menargetkan untuk membangun pabrik pakan ternak di tahun 2022 guna mewujudkan tercapainya provinsi NTT sebagai salah satu rantai pasok di bidang pertanian dan peternakan.

Tidak boleh datang dari luar, kita punya makanan, pakan ternak babi, ayam dan telur. Hampir seluruh rantai pasok di NTT datang dari luar. Untuk itu dengan hasil panen jagung yang bagus, tahun 2022 kita dirikan pabrik pakan ternak, ” tandas Viktor.

Ia menjelaskan, saat ini pakan ternak ayam dan babi di NTT lebih banyak dipasok dari pulau jawa, dengan nilai transaksi mencapai 1 trilliun rupiah per tahun.

Sehingga dengan didirikannya pabrik pakan ternak di NTT, diharapkan dapat menekan harga pakan ternak yang dibeli dari luar NTT.

” Artinya per tahun NTT sumbang ke Jawa satu trilliun rupiah. Kalau kita punya pabrik sendiri, maka harganya bisa kita tekan, hari ini per kilogram dari Surabaya ke sini sembilan ribu rupiah, dengan pabrik sendiri kita bisa jual dengan tujuh ribu rupiah per kilogram, ” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur NTT Minta Semua Armada Harus Tertib Masuk Terminal

Ia mengatakan, bahan baku utama untuk pakan ternak merupakan jagung, untuk itu pihaknya akan mendorong budidaya jagung jenis hibrida maupun jenis Lamuru yang bisa dimakan di seluruh wilayah sehingga mampu menunjang pabrik pakan ternak di NTT.

” Bahan baku pembuatan pakan ternak melimpah dan dapat menopang keberadaan pabrik pakan ternak. Jika kita memiliki pabrik pakan ternak sendiri, maka jumlah ternak di wilayah NTT akan semakin berkembang, ” tambahnya.

Lanjut Viktor meski program TJPS sudah berjalan 2 tahun, namun masih terdapat sejumlah persoalan. Masalah utama yang dihadapi saat ini yaitu mempersiapkan dan mengubah kebiasaan petani di NTT, khususnya Pulau Timor yang belum terbiasa menanam jagung dalam jumlah yang besar.

Baca Juga:  Gubernur NTT Minta Semua Armada Harus Tertib Masuk Terminal

Sehingga dihharapkan peran aktif serta dukungan dari seluruh pihak terutama pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa serta para pendamping dari dinas teknis maupun pendamping desa sehingga para petani kita harus berubah.

” Kita ubah kebiasaan petani di NTT khususnya Pulau Timor yang rata-rata tidak pernah tanam satu hektare. Itu tantangan bagi para pendamping desa, dinas terkait dan Pemkab, para kepala desa harus ikut berperan aktif untuk menyelesaikan masalah-masalah ini,” tegasnya.

Sekedar tahu, kunjungan kerja dalam rangkaian kunjungan kerja daratan Timor setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS. Usai melakukan savari di TTU, Rabu (24/3/2021) Gubernur NTT melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Belu. Perjalanan atambua melalui Pantura Wini Tanjung Bastian. Lokasi pertama di wilayah Belu tepatnya Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak untuk meninjau lokasi food estate. (ays/ gio)

  • Bagikan