Panen Perdana Lombok Di Hauteas, Begini Pesan Uskup Atambua

  • Bagikan

KEFAMENANU, Timorberita.com- Senyum bahagia nampak terpancar dari raut wajah warga desa Hauteas kecamatan Biboki Utara kabupaten TTU. Suasana gembira itu nampak saat warga sedang santai bareng di area lokasi pertanian Hauteas, Selasa(15/9/2020).

Menunggu kedatangan Yang Mulia Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku,Pr untuk panen perdana hasil lombok/ cabek di wilayah desa yang di pimpin penjabat Alfred Ambanu itu.

Tak lama berselang Uskup Dominikus dan rombongan tiba di lokasi itu.
Saat tiba, rombongan Uskup disambut tarian gong yang dilakoni anak-anak sekolah dasar yang dipimpin Pastor Dalmasius Saunoah.

Kemudian rombongan diarak ke dalam tenda disambut lagi  tutur adat takanab dialek khas Biboki. Setelah beristirahat sebentar sambil menikmati jamuan snack lokal, Uskup Dominikus memimpin ibadat sebagai tanda syukur atas keberhasilan panenan melimpah ditengah kemarau itu.

Usai ibadat, Uskup Dominikus melakukan pemberkatan di lahan lombok milik pastor Yohanes Oki. Selanjutnya dilakukan panen perdana secara simbolis.

Pantauan media ini, hadir saat itu Asisten III Setda TTU Raymundus Thaal, Kapolres TTU AKBP Nelson Felipe Dias Quintas, Pastor paroki Lurasik, Romo Yohanes Oki, Camat Biboki Utara Edmundus Aluman, Kapolsek Biboki Utara Iptu Marchal Rebiero, sejumlah biarawan-biarawati, Penjabat Kades Hauteas Alfred Ambanu dan sejumlah kepala desa tetangga di Biboki Utara.

Baca Juga:  Deni Kinbenu Laporkan Direktur PT. SKM Ke Nakertrans TTU

Bukan hanya itu ikut hadir Jose Celestino selaku petugas lapangan dari PT.East West Seed Indonesia (Panah Merah) serta sejumlah penyuluh pertanian dari pemkab TTU. Kegiatan panen perdana menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku,Pr  mengaku sangat bangga dan senang atas pencapaian dan usaha yang dilakukan oleh Pastor dan umat di paroki Lurasik.

Sehingga kehadirannya untuk memotivasi umat setempat sebab meski saat ini diperhadapkan pada kondisi kesulitan akibat minimnya curah hujan. Namun umat dan pastor di paroki Lurasik tetap berkarya dan melakukan usaha produktif. Dan hasilnya luar biasa panenan berlimpah.

“Setiap tahun wilayah ini dipenuhi persawahan. Tapi karena situasi kekeringan sehingga diganti kegiatan alternatif ini yang ternyata juga membawa hasil. Bumi Timor ini tetap memberi hasil yang luar biasa. Kita syukuri Tuhan Allah memberi yang terbaik untuk kita,”tandas Mgr. Dominikus.

Sehingga seluruh umat perlu dimotivasi untuk memanfaatkan lahan yang tersedia untuk dikelola maksimal.  Untuk fokus bertani dan memproduksi jenis lombok atau sejenis lainnya dalam jumlah besar.

Baca Juga:  Pemkab TTU Belum Pastikan Penerbitan Kodefikasi 22 Desa

Dengan begitu, ujar Mgr. Domi, tentunya lebih banyak jumlah hasil pertanian yang diproduksi. Dan menciptakan pasar yang berdampak positif untuk  meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Tanaman lombok ini sangat laris di pasaran. Hanya kita masih terbatas akses ke pasar yang membutuhkan. Sehingga tugas kita selanjutnya harus membuka jaringan kerja,”sebutnya.

Sementara Kapolres TTU AKBP Nelson Felipe Dias Quintas mengatakan, kegiatan yang dilakukan para pastor dan Umat di paroki Lurasik memberikan suatu contoh yang sangat positif.
Sehingga berkaca dari kegiatan ini. Dirinya akan menginstruksikan kepada seluruh Kapolsek dan bhabin kamtibmas agar membantu dan mendampingi masyarakat untuk mengembangkan sistem pertanian.

“Apa yang dilakukan paroki ini sangat luar biasa. Kita mendukung untuk menggaungkan,”tuturnya.

Sementara Romo Yohanes Oki,Pr selaku pastor Paroki Lurasik menuturkan, kegiatan pengembangan pertanian ini berangkat dari ungkapan hati umat yang disampaikan saat berkeliling mengunjungi rumah masing-masing.

Ditemui kondisi yang sama umat tidak bisa mengolah lahan sawah karena kekeringan. Selain itu akibat wabah Covid saat ini, sehingga warga tidak bisa keluar kabupaten untuk mencari pekerjaan demi menafkahi keluarganya.

Baca Juga:  Kasus Pelajar Pemosting Dugaaan Korupsi Dana PIP Berakhir Dimeja Polres TTU

Sehingga berangkat dari kondisi tersebut, pihaknya bergerak mendorong umat untuk mencari alternatif usaha produktif lainnya. Salah satunya pengembangan usaha di bidang pertanian berupa tanaman lombok ada.

“Cara yang kami tempuh adalah kembali ke kebun. Kita bangun kembali dasar yang sudah sekian tahun ditinggalkan. Kita harus mencintai bumi kasian kalau kita biarkan tidak diolah,”tuturnya.

Pastor Yohanes menambahkan, pihaknya terus berkomitmen untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian. Terbukti saat ini pastor dan Frater yang bertugas di Paroki Lurasik berkeliling mendampingi beberapa wilayah lingkungan dan dua lokasi di wilayah desa Hauteas untuk pengembangan produksi pertanian.

Hal itu bertujuan agar dapat mendorong umat  agar fokus mengelola lahan yang sudah tersedia karena tidak terlena dengan situasi iklim dan juga pandemi Covid-19 saat ini. Bila tidak air atau hambatan lainnya tentu di upayakan solusinya sebab prinsipnya harus maksimalkan lahan yang tersedia dengan bekerja keras cerdas dan tuntas.

“Kita harus berani keluar dan penuh percaya diri bahwa ada suatu hal lain yang bisa kita kerjakan di tengah situasi seperti saat ini,”tuturnya. (et/ tim)

  • Bagikan