Pasien Covid Meninggal di RSUD Kefa Sempat Rujuk di RS Halilulik

  • Bagikan

TimorBerita.Kefamenanu- Satu lagi pasien dengan gejala Covid-19 asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur meninggal di ruang isolasi RSUD Kefamenanu, Jumat (22/1/2021) sekira pukul 15.00 Wita.

Pasien yang meninggal atas nama Robertus Nesi (57) asal Desa Taunbaen Timur Kecamatan Biboki Utara. Psien ini meninggal dengan gejala Covid hasil tes rapid antigen reaktif.

Pasien yang meninggal awalnya melakukan pemeriksaan di Puskesmas Lurasik, dan dirujuk ke Rumah Sakit Marianum Halilulik Kabupaten Belu, Rabu 20 Januari 2021.

Hasil pemeriksaan menunjukan gejala Covid sehingga di hari yang sama, langsung dirujuk ke RS darurat Rusunawa.

Baca Juga:  Covid-19 Kabupaten Belu 24 Sembuh 31 Isolasi

Hasil obserbasi di RS Darurat Rusunawa, hasilnya bergejala Covid sehingga pasien ini dirujuk lagi ke ruang isolasi di RSUD Kefememanu.

Sedangkan istrinya tetap dirawat di ruang isolasi Rusumawa karena kontak erat dengan pasien reaktif ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU Kristoforus Ukat saat dikonfirmasi Jumat (22/1/2021) malam membenarkan pasien asal Taunbaen Timur yang meninggal di ruang isolasi RSUD Kefamenanu. Pasien meninggal dengan gejala Covid sesuai hasil pemeriksaan medis reaktif rapid antigen.

” Pasien dirujuk dari Puskesmas Lurasik sempat di RS Marianum Halilulik. Tetapi kondisinya memburuk sehingga meninggal setelah tiga hari rawat di ruang isolasi RSUD Kefamenanu,” jelas mantan Kabag Umum ini.

Baca Juga:  Biarawati Pasien Covid Keempat Belu Yang Meninggal

Menurut Kristoforus, pasien yang bersangkutan meninggal dengan gejala Covid -19 sehingga pemakamannya sesuai protokol Covid-19. Jenasah dikuburkan sekira pukul 17.00 wita di pekuburan umum TPU Bijaesunan Kelurahan Tubuhue Kecamatan Kota Kefamenanu.

” Tadi sudah dimakamkan di TPU Bijaesuna. Pemakaman sesuai protokol Covid oleh petugas Satgus,” tandasnya.

Sedangkan isteri pasien Lanjut Kristoforus saat ini sedang di ruang isolasi Rumah Susun Daerah (Rusunawa), untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Baca Juga:  Panwascam Malaka Timur Rekrut Pengawas TPS Pilkada

Selain isterinya, Tim Satgas Covid juga melakukan tracing terhadap keluarga yang kontak dengan pasien yang meninggal dengan gejala Covid.

Menurut Kristoforus saat ini penyebaran kasus Covid terus melonjak signifikan, bukan saja pelaku perjalanan tetapi sudah ada transmisi lokal kluster keluarga. Sehingga diimbau kepada semua agar tidak panik tetapi waspada.

Mematuhi protokol covid menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan sesuai anjuran pemerintah.

Pemeriksaan rapid antigen kasusnya semakin bertambah. Kita harap jangan ada klaster dari tim medis,” ujar mantan Camat Miomaffo Timur. (Bell/ 07-BT)

Editor Giovanni E. Neno

  • Bagikan