Pasien Positif Corona Diperkosa Sopir Ambulans Sebelum Tiba di Rumah Sakit

  • Bagikan

KERALA,Timorberita.com Seorang pasien Covid-19 sebut saja Mawar umur 20 tahun. Ia di jemput untuk di rawat tapi malah menjadi korban pemerkosaan sopir ambulans.

Kejadian tersebut di Aranmula, Pathanamthitta, Kerala, India, Sabtu (5/9/2020) malam.

Peristiwa ini viral mendunia seperti yang dilasir headline di sejumlah media berita ternama, kronologi kejadian berawal ketika korban yang dinyatakan positif corona mengalami gejala parah.

Pasien ini dijemput mobil ambulans yang diketahui sopir bernama Noufal umur 28 tahun. Saat jemput, dimobil sudah ada seorang perempuan lansia yang juga positif Covid-19 yang dijemput pertama. Korban dijemput di rumah sekitar pukul 10 malam.

Baca Juga:  Pjs Bupati Belu Instruksi, Tekan Stanting, Cegah Malaria Ditenga Covid-19

“Noufal menjemputnya bersama dengan perempuan lansia yang juga terinfeksi virus corona,” ujar inspektur polisi distrik Pathanamthitta, KG Simon.

Dalam perjalanan Noufal menurunkan perempuan lansia di pinggir jalanan daerah Kozhancheri.

Kemudian, pelaku mengarahkan mobil ambulansnya ke sebuah lokasi terpencil dekat kota Aranmula dan memperkosa korban di sana.

Setelah insiden itu, pelaku kembali mengemudikan ambulans dan menurunkan perempuan itu di kawasan Pandalam kompleks rumah sakit, lalu pelaku kabur.

Sedangkan korban setelah tiba di rumah sakit, membuat laporan perihal peristiwa tragis yang menimpanya.

Baca Juga:  Kemendagri Gelar Rakor Camat se-Indonesia Secara Virtual

Pihak kepolisan setempat bertindak cepat dengan menangkap pelaku di hari tersebut.

“Dia melakukan pemerkosaan di tempat sepi lalu mengantarkannya ke RS Pandalam. Petugas kepolisian langsung menangkap pelaku pada malam yang sama. Ini merupakan tindakan yang bejat,” kata inspektur polisi distrik Pathanamthitta, KG Simon.

Kepada polisi pelaku telah mengakui semua tindakannya, dan kini telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Bahkan sudah diberhentikan dari perusahaan layanan ambulans Kaniv 108.

Sementara petugas medis Distrik Pathanamthitta, Al Sheeja menyatakan, sejak layanan ambulans Kaniv 108 dikelola oleh perusahaan swasta, perawat jarang sekali menemani pengemudi, kecuali jika kondisi pasiennya serius.

Baca Juga:  Tiga Medis Terpapar Covid, Poli Rawat Tutup IGD Tetap Dibuka

“Sesuai aturan, tenaga medis emergency (EMT), harus ada di ambulans, tapi dalam hal ini hanya pengemudi yang hadir. Kami tidak tahu alasan kenapa EMT tidak ada,” jelas Al Sheeja.

Lebih lanjut Al Sheja menyebut korban merupakan satu di antaranya 148 orang yang dinyatakan terinfeksi virus corona di distrik tersebut pada Sabtu 5 September 2020, menyusul ibu dan saudaranya yang juga positif Covid-19 dan telah dirawat di rumah sakit Pandalam. (com/tbc)

  • Bagikan
error: Content is protected !!