Personil Pos Damar Motaain Amankan Tujuh Karung Gula Pasir Asal Timor Leste

  • Bagikan

ATAMBUA, Timorberita.com–Sebanyak tujuh karung gula pasir tak bertuan asal Timor Leste, berhasil diamankan Anggota Pos Damar Satgas Pamtas RI-RDTL RK 744/SYB.

Barang illegal gula pasir ditemukan Minggu (30/8) sekitar pukul 02.10 wita dini hari,  di semak hutan tepatnya di jalur tikus sektor kanan PLBN Mota’ain Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur,  Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB, Letkol Inf. Alfat Denny Andrian menjelaskan aktifitas penyelundupan illegal bermula saat anggota Pos sektor Kanan PLBN Motaain melaksanakan kegiatan patroli malam.

Baca Juga:  Toleransi di Perbatasan Negara TNI Bersama OMK Renovasi Altar Gereja

Saat tiba di lokasi yang ditentukan tim patroli terlihat ada aktifitas sekelompok orang yang sedang memikul karung. Spontan melihat kedatangan anggota para pelaku kabur meninggalkan tumpukan karung putih.

“Saat di dekati pemiliknya kabur. Tujuh karung berisi gula pasir, beratnya sekitar 350 kg” ujarnya.

Dikatakan, saat malam itu juga barang bukti gula pasir langsung diangkut ke Pos Damar Motaain untuk diamankan. Barang bukti gula pasir selanjutnya diserahkan kepada kantor Bea dan Cukai Atambua. Anggota Pos Damar yang melakukan patroli berjumlah tujuh personil yang dipimpin Letda inf. Anggun Wahyu.

Baca Juga:  Aksi Tim Patroli di Malam Pergantian Tahun di Atambua Kota Perbatasan RI -RDTL

Menurut Denny  prajurit yang bertugas di perbatasan RI-RDTL selalu diingatkan untuk meningkatkan pengamanan di perbatasan mengingat masih terjadi aktfitas ilegal. Sehingga patroli terus dilakukan siang dan malam.

Tujuannya untuk mencegah penyelundupan illegal barang BBM, sembako, narkoba dan pelintasan illegal manusia melalui jalur tikus.

“Aktifitas ilegal masih terjadi dan sangat tinggi. Beberapa pekan ini kita mencegah penyelundupan barang dalam jumlah besar. Kegiatan rutin patroli tentu kita tingkatkan,” ujarnya.  (rent)

  • Bagikan