Patung Sta Maria Immaculata Sasi Rampung, Tunggu Pengresmian

  • Bagikan

TimorBerita.Kefamenanu || Pembangunan patung Sta. Maria Immaculata pada taman doa Paroki St. Antonius Padua Sasi Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, akhirnya rampung.

Bangunan patung Sta Maria sempat terhenti pembangunannya di tahun 2020 lalu akibat Covid-19. Namun atas berkat Tuhan yang sungguh luar biasa akhirnya patung Maria setinggi 18 meter, akhirnya selesai.

Patung yang dibangun di kompleks gereja paroki St. Antonius Padua Sasi di km 07 jurusan Kupang, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu ini sebagaimana disaksikan sejumlah wartawan di TTU.

Nampak semua item pekerjaan sudah finishing, tinggal saja pemasang keramik pada lantai dan anak tangga menuju patung serta penyelesaian ruang adorasi di bagian bawah pangkuan patung.

Pastor Paroki Sasi, Pengurus Dewan Pastoral Paroki dan Panitia pembangunan dalam konfrensi pers Minggu (4/7/2021) menyampaikan kabar suka cita ini.

Mereka menegaskan pembangunan patung telah selesai dan siap untuk diresmikan oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr yang direncanakan berlangsung pada 31 Oktober tahun ini, jika disetujui oleh Mongsinyiur.

Pastor Paroki, Pater Jose Alexander Nitsae, OFMCov dalam konfrensi pers tersebut menceritakan, pembangunan patung Sta. Maria Immaculta ini memang cukup berat karena biaya yang dibutuhkan cukup besar. Pembangunan ini sempat terhenti karena Covid -19.

Baca Juga:  Ibu Ibu Desa Bonibais Nyatakan Sikap Dukung SN - KT, Begini Tujuannya

“Kemudian dengan situasi covid, kami akhirnya bersepakat dengan DPP dan panitia pembangunan Taman Doa untuk baru dilanjutkan pada awal Oktober 2021. Tapi ternyata lain, justru ini terbalik di awal Oktober justru akan dilakukan pengresmian,” tandas Pater Jose.

Dikisahkan, awal ketika ia menerima tugas sebagai pastor paroki, dirinya sempat merasa berat dengan pembangunan patung ini karena membutuhkan biaya yang banyak.

“Tapi ternyata saya tidak sendirian berjalan. Ada DPP, ada panitia, ada Legio Maria dan masih ada umat dan semua pihak yang dengan doa, lagu, tenaga, biaya dan cara lain mendukung sehingga pembangunan patung ini bisa selesai. Semua ini sungguh luar biasa ada campur tangan Tuhan,” tandasnya.

Karena itu atas nama paroki dan umat menyampaikan pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terutama panita, DPP, para pematung dan para donatur atas dukungannya sehingga pembangunan patung ini bisa suksee diselesaikan.

Baca Juga:  Tuntut Pencabutan SK Pembekuan Tekoda, Begini Komentar DPRD Malaka

Sementara Ketua DPP, Mikhael Meo menuturkan, pembangunan patung ini awalnya merupakan ide liar pada tahun 2017 bersama pastor paroki sebelumnya, Pater Titus Khian Limngardi OFMCov.

Awalnya direncanakan hanya membangun patung kecil, namun kemudian berkembang untuk dibuat lebih besar. Dan akhirnya disepakati dengan ukuran yang ada saat ini.

“Semua ini terjadi benar – benar kuasa Tuhan yang sungguh luar biasa di tengah keraguan apakah bisa diselesaikan atau tidak, tapi ternyata Tuhan hadir. Dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” tandas Mikhael.

Sedangkan Ketua Panitia Pembangunan, Yani Salem menyampaikam banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dengan cara masing – masing sehingga pembangunan patung terlaksana baik sukses dan lancar terutama kepada sejumlah anggota panitia yang hampir setiap hari bersama pematung.

” Terima kasih untuk semua panitia atas dukungannya. Terutama panitia yang setiap saat selalu mendampingi para pematung, terima kasih bapak Oscar Battu dan bapak Edu Tanesib juga kepada bapak Adi Pontus sebagai devisi pendanaan yang giat menggalang dana sehingga dana yang terkumpul dapat memenuhi proses pembangunan selama ini,” tandas Yani Salem yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten TTU.

Baca Juga:  Bupati TTU Serahkan Alsintan Bantuan di Oerinbesi

Serupa disampaikan Ketua Divisi Pendanaan, Adi Pontus mengungkapkan bahwa terlaksananya pembangunan patung sta. Maria Immaculta ini bebar – benar dibangun atas kehendak Sta Maria Immaculata lewat doa dan caranya banyak orang terus menyumbang hingga akhirnya dana yang terkumpul mencapai Rp 2 M lebih.

Dikatakan jumlah dana yang ada untuk pembangunan patungnya sendiri menelan biaya Rp 1, 25 M. Biaya untuk pembangunan patung semua sudah dilunasi dan masih ada saldo.

” Biaya untuk pekerjaan patung dua hari lalu telah diselesaikan. Memang di toko masih ada sejumlah bon yang harus diselesaikan. Namun uang di saldo masih ada Rp 100 juta. Jadi setelah lunasi utang, kita masih ada sisa uang di saldo. Kita percaya bulan Oktober nanti semua akan selesai yang ditandai pengresmian,” ujar Pontus, penuh yakin. (Kend)

  • Bagikan
error: Content is protected !!