Pembangunan Terminal Bimoku Kupang Mangkrak, Dua Tahun Progres 25 %

  • Bagikan

TimorBerita.Kupang – Pembangunan Terminal Tipe A, bertaraf internasional di Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pekerjaanya terkesan mangkrak.

Dugaan kuat pembangunan yang bersumber dari APBN terindikasi penyimpangan keuangan negara. Progresnya baru mencapai 25 % dengan anggaran yang sudah digunakan sebanyak Rp 20,6 miliar.

Sesuai data proyek Kementerian Perhubungan, Direktorat jenderal Perhubungan Darat Balai pengelola Transportasi Darat Wilayah XIII Provinsi, sesuai perencanaan dibangun sejak tahun 2018 – 2022. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 80.5 miliar ironisnya hingga kini belum juga rampung.

Baca Juga:  Personil Pos Damar Motaain Amankan Tujuh Karung Gula Pasir Asal Timor Leste

Pantauan wartawan Jumat, (5/2/2021) dilokasi nampak sepih tidak ada aktifitas pekerjaan. Satu pun kendaraan, alat berat tidak ada di lokasi.

Papan informasi yang terpasang pun sudah sobek. Sementara fisik gedung nampak pagar keliling dan dua gedung lapak yang sudah dibangun juga sudah retak.

Ketua, Araksi NTT, Alfred Baun kepada wartawan mengatakan Araksi sedang melakukan advokasi terhadap pembangunan terminal tipe A, Bimoku. Hasil pembangunan terminal dinilai mangkrak dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Baca Juga:  Dimkrimsus Polda NTT Bongkar Investasi Bodong Rp 28 Miliar, 1800 Nasabah Korban

Hasil Advokasi yang dilakukan Araksi NTT, pembangunan yang di kerjakan sejak tahun 2018 akan selesai di tahun 2022. Tetapi kondisi pembangunan saat ini sangat memprihatinkan karena sesuai hitungan Arakasi progresnya baru mencapai 25 %. Sedangkan anggaran yang sudah di gunakan sebanyak Rp 20,6 miliar.

” Dari fisik pembangunannya sangat tidak masuk akal menghabiskan anggaran sebesar itu. Hanya kerja pagar keliling dan dua lapak dengan menghabiskan anggaran Rp 20,6 miliar,” ujarnya.

Baca Juga:  Besok, Desa Sejahtera Deklarasi Ditargetkan 2000 Orang Hadir

Padahal menurut Alfred, sesuai perencanaan pembangunannya akan selesai di tahu 2022, dengan total anggaran sebesar Rp 80.5 miliar. Artinya sudah final dan pekerjaanya harus selesai sesuai target kalender kerja yang ditentukan. Tetapi yang terjadi pembangunannya berjalan di tempat dengan alasan pencairan dana bertahap.

” Nah bagaimana mau cepat selesai tahun depan. Sementara sisa progres sekitar 75%. Fisik gedung yang sudah dibangun dua tahun hanya pagar dan dua lapak itupun sudah hancur,” ujar mantan anggota DPRD NTT.

  • Bagikan
error: Content is protected !!