Kepala Sekolah di Nagekeo Tewas Dibunuh, Ketua PGRI TTU Kutuk Keras Pelaku

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Satu lagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Kabupaten Nageko, Flores Nusa Tenggara Timur pergi dengan situasi yang menyayat pilu.
Sang guru meninggal dibunuh.
Nasib naas yang menimpah Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Ndora I, Kabupaten Negekeo, Delfina Azi ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Bahkan Ketua PGRI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dominikus Nitsae pun angkat bicara mengutuk keras tindakan tersebut dan meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Tindakan kriminalisasi terhadap guru dalam bentuk apa pun tidak boleh dilakukan oleh siapapun.

Menurut Dominikus, dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 39 ayat 1 sampai 5 dengan jelas menegaskan bahwa Guru wajib dilindungi oleh semua kalangan. Sehingga pembunuhan yang terjadi di Nagekeo, dinilainya sangat sadis. Sebab guru yang sebenarnya dilindungi negara tetapi malah dibunuh.

Baca Juga:  TTU, Banyak Mantan Kades Bakal Gagal Maju pada Pilkades

Dominikus mengatakan, apabila guru melakukan kesalahan dalam menjalankan profesinya maka ada prosedur pemberian sanksi terhadap guru bukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa guru.

Terhadap perbuatan pelaku, Dominikus meminta aparatur penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut. Pelaku harus bertanggung jawab dan dihukum seberat beratnya setimpal perbuatannya.

” Kita sangat prihatin terhadap peristiwa di Nagekeo. Saya meminta Polres Nagekeo untuk mengusut tuntas dan Pengadilan menghukum pelaku seberat-beratnya sehingga menjadi efek jera. Ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini terhadap guru,” tegas Dominikus yang juga sebagai Kepala SMAN Noemuti Timur.

Baca Juga:  Pelajar di Sulawesi Selatan Ngaku Polisi, Calon Bapak Mantu Tangkap Basah

Menurut Dominikus, PGRI Kabupaten TTU memberi dukungan kepada Ketua dan Pengurus PGRI Kabupaten Nagekeo agar mengawal proses hukum terhadap kasus ini.

Selain itu, kata Domi, PGRI TTU juga menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya anggota PGRI Kabupaten Nagekeo.

” Kita semua berduka karena kehilangan Guru. Semoga kasus ini cepat di proses hukum tuntas. Kita dukung PGRI Nagekeo untuk kawal tuntas kasus ini,” tandasnya. ( Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!