Pemdes Tasain Sudah Siap Lahan Relokasi Hunian Korban Bencana

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Pemerintah Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, sudah siapkan lahan relokasi tempat tinggal para korban yang terdampak bencana banjir.

Lahan yang disiapakan seluas 70 are dan lokasinya dekat kantor desa. Pihaknya sudah sepakat untuk merelokasi warga sehingga tinggalnya aman, tidak terganggu ancaman banjir seperti saat ini.

Kepala Desa Tasain, Amandus Koamesak, Kamis (15/4/2021) mengatakan semua warga korban bencana yang ditampung di camp pengungsian GMIT Motamora, semua sudah dikembalikan ke rumah masing-masing.

Ada sejumlah KK yang dititipkan sementara di rumah keluarga dan rumah tetangga karena tidak memiliki tempat tinggal.

Baca Juga:  Badai Seroja 34 Warga Timor Leste meninggal, Lain Hilang

” Ada rumah warga yang rubuh bahkan hanyut terbawa banjir. Sehingga KK yang tidak memiliki rumah dititipkan untuk sementara di keluarga dan tetangga, sambil menunggu petunjuk kabupaten,” tandasnya.

Menurut Amandus, terkait relokasi warga korban bencana, pemerintah desa sudah menyiapkan tanah seluas 70 are di dekat kantor desa. Lokasinya aman dan disiapkan untuk 50 KK yang masuk kategori rusak berat.

Dinas PUPR sebelumnya sudah mendatang lokasi untuk survei. Tetapi saat tim turun belum ada kesepakatan. Tetapi saat ini sudah ada lokasi lahan relokasi. Lokasinya didusun Haumeni, RT 05 Desa Tasain.

Baca Juga:  Dionisius Ulan Ganti Amandus Nahas, Siapa Pengganti Wakil Ketua…!

Sehingga pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kabupaten, untuk kegiatan lanjutan kesiapan rumah tinggal warga yang direnovasi maupun yang direlokasi.

Sementara Penjabat Bupati Belu Zakarias Moruk mengatakan, pasca bencana ini ada kegiatan pemulihan. Menyiapkan peralatan dapur lengkap kepada setiap KK dan memperhatikan kebutuhan sembako dan air bersih.

” Kita terus dorong lanjutan penanganan sehingga mengantisipasi terjadinya wabah seperti diare, DBD, ispa dan lainnya. Pemerintah Kabupaten terus mendorong agar kehidupan masyarakat kembali normal.

Baca Juga:  Mantan Kades Kereana Klarifikasi "Temuan" Dihadapan Jaksa dan Inspketorat

Dikatakan pasca bencana banjir banyak rumah warga yang terkena dampak sehingga butuh penanganan pemerintah. Saat ini data penataan sesuai kategori kerusakan kerusakan berat, sedang dan ringan.

Pemerintah Kabupaten tentunya melakukan langkah pemulihan. Sambil menunggu petunjuk dari Gubernur dan Kepala BNPB agar mengambil langkah penanganan. Sedangkan terkait anggaran relokasi akan diambil dari APBD dan kebijakan pusat.

“Kita tunggu saja hasil koordinasi kami dkabupaten dengan BPBD Provinsi dan BNPB. Arahannya apakah dananya dari Dau sehingga Provinsi akan ambil dari dana BTT,” tandasnya. (Ren/Aska)

  • Bagikan
error: Content is protected !!