Pemilik Media Beta Butu News Hembuskan Napas di RS Siloam Kupang

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Pemimpin Media Betabutunews.com Herry Sandi Umbu Deta menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Kupang, tepatnya Sabtu (16/10/21) sekira pukul 20.25 Wita.

Akun Facebook Marcelo Nabu, jurnalist BetabutuNews.com dan sejumlah akun lainnya dihiasi postingan dan ucapan belangsungkawa atas meninggalnya salah satu pemimpinan media online di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

Informasi yang dihimpun media ini bahwa Herry pernah mengalami penyakit gula darah dan sempat pulih. Perjuangan panjang melawan sakit yang diderita sejak 2019, akhirnya Herry harus mengakiri masa hidup dan karier sebagai pekerja media.

Baca Juga:  Kasus Bawang Merah Malaka P21, Empat Tersangka Siap Dijemput

Kini rumah duka yang juga sebagai kantor media Betabutunews, di bilangan Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu dipadati keluarga, kenalan sahabat, dan haidaitaulan menunggu jenasah almarhum dari RS Siloam Kupang.

” Selama ini anak saya di rawat di RS Siloam Kupang. Tadi telp sudah meninggal dan lagi siap di bawa datang kefamenanu,” ungkap Margaretha Malo, ibunda almarhum Herry Sandi Umbu Deta.

Menurut Margareta selama ini almarhum baik-baik saja. Namun tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan tepatnya Jumat malam, 8 Oktober 2021 saat mandi sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu kondisi badannya terasa kaku dan kepala sakit saat menyiram air ke tubuhnya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Datangi Mapolres, Bupati Raymundus Diperiksa Awal Januari

Sehingga malam itu Herry dibawa dan dirawat di RS Leona Kefamenanu pada Jumat malam. Namun gangguan di kepala dan mata tidak bisa melihat dan kepala terasa sakit sehingga dirujuk ke RS Siloam Kupang. Hingga akhirnya meninggal dunia.

Riwayat sakit almarhum sejak Oktober 2019, Herry pernah mengalami operasi ginjal kiri dan kanan. Pada Desember 2019 sudah sembuh dan kembali ke Kefamenanu. Namun setiap 2 minggu dilakukan kontrol di Kupang. Dan saat itu dilakukan cuci darah selama 7 kali dan kemudian dinyatakan sembuh.

Baca Juga:  Punya Hak Sama Sis PSI Malaka Ajak Perempuan Tampil di Panggung Politik

Pada Oktober 2020, Heri kembali mengalami gangguan kesehatan ia divonis sakit gula (Glukosa) darah sehingga harus dirawat di RS Leona Kefamenanu. Ia dinyatakan sembuh oleh tim medis dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Namun Sang Khaliq berkehendak lain Herry akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah di rujuk dan di rawat di RS Leona Kupang. (Melq/ FeN)

  • Bagikan
error: Content is protected !!