Penanganan Covid Resahkan Warga, Golkar TTU Sikapi Tegas

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Penanganan pandemi Covid-19 di wilayah perbatasan negara RI- Timor Leste menjadi perhatian serius DPD Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Pasalnya banyak keluhan masyarakat terkait pola penanganan Covid-19 yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan diduga mengabaikan aspek kemanusiaan.

Ada rumah sakit yang dituding sengaja mendiagnosis pasien terpapar Covid. Tanpa menunjukkan bukti valid bahkan pihak managemen tidak melakukan klarifikasi terbuka.

Menyikapi kondisi ini Partai Golkar TTU tegas mengeluarkan enam poin pernyataan politik, untuk segera diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten TTU dan Satgas Covid-19.

Berikut pernyataan sikap DPD Partai Golkar TTU terkait penanganan Covid yang ditandatangani Ketua Kristoforus Efi dan Sekretaris Wilhelmus Neno Kusi Oki, pada Senin (24/8/2021).

Pertama; Evaluasi aluasi Satgas Covid-19 Kabupaten karena pola pendekatan yang dilakukan cenderung mengabaikan aspek Kemanusiaan. Kalau ada yang hasil Rapid Reaktif maka langkah pertama kirim Tim Konselor untuk jelaskan ke pasien yang reaktif agar bisa dengan tenang menerima situasi ini dan mengikuti SOP Penanganan Covid-19 dan juga terhadap keluarga pasien.

Baca Juga:  Server Sudah Normal Silahkan Datangi Dukcapil TTU

Setelah pasen dan keluarga siap secara bathin dan fisik baru Tim medis jemput dan tidak perlu libatkan Pol PP, Polisi dan TNI. Kecuali Pasien menolak keras dan tidak mau baru libatkan Aparat tapi sifatnya mengajak bukan memaksa seperti yang selama ini terjadi.

Kedua; Meminta Satgas Covid-19 TTU harus buat pemilahan pasien Covid-19 yang Rapid Antigen Reaktif kalau gejala ringan cukup Isoman di rumah saja dan dipantau oleh Tim Medis Puskesmas lokasi pasien dan tidak perlu karantina terpusat supaya lebih efektif dan efisien dari sisi Pengeluaran Anggaran Pemda. Kalau gejala sedang baru karantina terpusat di tempat yang disiapkan Pemkab TTU dan kalau gejala berat baru di rujuk ke RS agar mendapatkan pelayanan yang Optimal.

Baca Juga:  Jangan Lupa, Masuk TTS Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Ketiga; Terkait Tata Cara Penguburan pasien Covid 19 harus sesuaikan dengan Permenkes terbaru yang dimana selama ini Tim Satgas Covid-19 TTU harus terpusat di TPU Bijaesunan tapi sesuai regulasi terbaru bisa dikuburkan dimana saja. Terpenting sesuai SOP dan Protokol Penguburan Pasien Covid 19 dan hal ini sudah di Tegaskan lewat Surat Edaran Sekda NTT dan Tim Satgas Covid-19 TTU harus taat dan tunduk pada aturan ini dan jangan buat alibi bahwa belum disosialisasikan padahal aturan sudah terbit lama.

Empat; Kasus penangan Covid-19 seperti yang terjadi di Puskesmas Tasinifu, Kecamatan Mutis, pasien atas nama Denis Lake tidak boleh terjadi lagi karena kelalaian tim medis yang memberikan informasi tidak valid ke keluarga pasien dan Tim Satgas sehingga penanganan sangat buruk dan menimbulkan trauma kepada masyarakat dan tidak mau ke Puskesmas lagi. Massa pasien meninggal di Mutis harus dibawah ke Kefa dan dikuburkan di Bijaesunan hanya alasan Satgas Covid-19 TTU belum tahu aturan Permenkes soal Tata Cara Penguburan Pasien Covid 19.

Baca Juga:  Presiden Perintah Vaksinasi Pelajar Dipercepat Prioritas Daerah Ini

Kelima ; Evaluasi Total Manajemen Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu karena banyak pengeluhan masyarakat TTU soal manajemen pelayanan terutama soal Covid-19. Seolah olah RS Leona mengcovidkan pasien dan contoh terakhir adalah pasien asal Noemuti. Dan kalau fakta ini benar maka Dinkes TTU harus mencabut Ijin Operasional RS Leona Kefamenanu-TTU minimal selama 1 bulan agar mereka bisa berbenah dan memperbaiki pola manajemen pelayanan kepada masyarakat TTU.

Keenam ; Evaluasi kembali Posko Covid -19 di Oeparigi karena tidak efektif dalam mendeteksi Covid-19 masuk TTU. Ini cenderung menghabiskan saja anggaran Covid-19 terkait honor dll. Lebih baik efektifkan Posko dan Satgas di tingkat Desa dengan libatkan lintas bidang agar lebih mudah dan efektif. (Atsi-R1/Joo)

  • Bagikan
error: Content is protected !!