Polisi Belum Berani Tahan Tersangka Pengeroyokan di Haitimuk

  • Bagikan

Timorberita. Betun- Kasus pengeroyokan terhadap wartawan Gardamalaka.com, yang terjadi di desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT Kamis (15/10/2020) terkesan jalan ditempat.

Penyidik Polres Malaka diminta serius memproses tuntas kasus ini sesuai sesuai aturan hukum, tanpa ada tekanan ditengah situasi Pilkada ini.

Lantaran kasus ini bukti video asli pengeroyokan sudah diserahkan sebagai tambahan bukti sesuai permintaan penyidik. Tetapi hingga kini Polisi belum berani menahan para tersangka.

Tim Kuasa Hukum korban, Yulianus Bria Nahak, S.H., M.H Minggu (1/11/2020) menjelaskan, video yang diminta Kasat Reskrim Polres Malaka sudah diserahkan. Sebagai bukti penunjuk untuk mempertimbangkan dan membandingkan video yang sedang viral di media sosial.

Menurut Yulianus, semua permintaan penyidik sudah dipenuhi tetapi kasus pengeroyokan yang sebelumnya menjadi atensi terkesan belum maksimal proses penanganannya. Sehingga  meminta agar penyidik harus serius dan netral menangani perkara pidana ini.

Baca Juga:  172 Personel Polda NTT Siap Amankan Pilkada Ulang Sabu Raijua

“Tentunya penyidik akan memanggil tersangka untuk diperiksa dan ditahan karena sudah cukup bukti. Tetapi kita harap tidak boleh ada intervensi,” ujarnya.

Tim Kuasa Hukum meminta agar Polres Malaka bekerja sesuai prosedur hukum, jangan tebang pilih. Kasus ini tidak dikaitkan dengan situasi politik sekarang. Sebab perkara ini merupakan tindak pidana umum sehingga Polres Malaka harus serius dan netral menanganinya.

“Kita sudah memenuhi semua permintaan penyidik. Kita minta penanganannya sesuai prosedur hukum,”tandasnya.

Ia menjelaskan pekerjaan klien kami wajib mendapatkan perlindungan hukum oleh penegak hukum sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sehingga wajib hukumnya korban harus mendapatkan perlindungan hukum sesuai tugas profesinya sebagai jurnalis.

Baca Juga:  Coret Warga Penerima Dana BLT, Kades Alas Malaka Dipolisikan

Sebelumnya Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Online Nusantara (PWOIN) Provinsi NTT, bersurat untuk Kapolres Malaka, tembusan kepada Kapolda NTT dan Kapolri RI. Dalam surat meminta agar Polres Malaka serius memproses kasus pengeroyokan terhadap korban Bojes Seran wartawan Online Gardamalaka.com.

Ketua DPW PWOIN NTT, Johanes Yoseph Henuk membenarkan pihaknya sudah layangkan surat terkait pengembangan kasus pengeroyokan yang menimpa salah satu anggota PWOIN.

Ia mengaku sangat mengapresiasi kinerja Polres Malaka yang sedang mengusut kasus ini. Sudah mememeriksa bahkan menetapkan para tersangka. Tapi belakangan ini kasus ini terkesan didiamkan. Sehingga pihaknya meminta agar Polisi harus fokus dan serius menuntaskan kasus ini. Siapa pun tidak boleh intervensi kasus ini.

Baca Juga:  Wakil Bupati Belu Buka Kegiatan KIE Keamanan Pangan Tahap II  

Ia menuturkan kasus murni pidana dan sudah didukung bukti yang cukup, sehingga tidak perlu ragu lagi memanggil dan menahan para tersangka. Sebab dikawatirkan para tersangka bisa berpotensi kabur, menghilangkan barang bukti apalagi berada di perbatasan Negera Timor Leste.

“Kalau tidak bisa bersikap tegas, maka kasusnya sebaiknya diambil alih oleh Polda NTT sebagai institusi Kepolisian wilayah yang membawahi Polres. Jangan karena situasi Pilkada sehingga pakai lagi itu alasan,” tegas John. (Joka/Tim)

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!