Penuhi Panggilan Kedua, Bupati Raymundus Diperiksa Penyidik Polres TTU

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu- Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes (RSF), akhirnya penuhi panggilan kedua, bertemu penyidik Polisi pada Senin (4/1/2021) siang.

Bupati Raymundus yang berstatus sebagai terlapor hadir di Mapolres TTU untuk diperiksa terkait dugaan penganiayaan terhadap korban Margorius Bana (MB).

Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas saat dikonfirmasi melalui Kasatreskrim AKP Sujud Alif Yulamlam, Senin (4/1/2021) membenarkan kehadiran terlapor RSF di Mapolres TTU. Bersangkutan memenuhi panggilan kedua untuk diperiksa atas laporan MB korban dugaan penganiayaan di Desa Oeolo, Kecamatan Musi 6 Desember 2020 lalu.

“Terlapor penuhi panggilan kedua, tadi sudah diperiksa penyidik. Panggilan pertama, 24 Desember 2020 lalu tapi tidak datang,” tandasnya.

Baca Juga:  Reses di Lakekun Barat Dewan Henri Minta Warga Wajib Masker

AKP Sujud Alif, tidak merinci jumlah pertanyaan dan materi pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Tetapi intinya terlapor memenuhi panggilan polisi untuk memberikan keterangan BAP terkait dugaan penganiayaan yang dilaporkan korban MB.

Sebelumnya penasehat hukum korban, Charlie Usfunan, SH, MH, mendatangi Mapolres TTU, Senin (28/12/2020) siang.
Kehadirannya untuk memastikan perkembangan penanganan kasus penganiayaan terhadap kliennya Margo Bana, yang diduga dianiaya oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes.

Kuasa Hukum Charlie Usfunan, kepada wartawan usai mendatangi Polres TTU mengatakan sangat mengapresiasi kinerja penyidik Polisi dalam menangani kasus yang menimpa kliennya.

Baca Juga:  Update Covid Belu, Positif 46 Kasus Ini Penyebarannya

Ia berharap kasus tersebut diproses tuntas dan penanganannya terbuka sehingga menjadi efek jerah untuk pelaku lainnya yang bertindak main hakim sendiri.

Menurut Charlie kehadirannya di Mapolres TTU untuk memastikan sudah sejauhmana perkembangan penanganan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap kliennya. Apalagi sejak membuat laporan belum ada informasi dari penyidik terkait perkembangan kasus kliennya itu.

“Sejak klien saya buat laporan polisi belum ada informasi dari penyidik terkait perkembangan penanganan kasus ini. Sehingga saya datang untuk tahu perkembangannya sudah sejauh mana,” tandas Charlie.

Baca Juga:  Penyidik Tipidsus Kejati NTT Temukan Fakta Baru Kasus Tanah Labuan Bajo

Sementara Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam mengatakan kasus laporan dugaan penganiayaan sedang di proses. Pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada terlapor RSF untuk memberikan keterangan. Panggilan pertama tidak diindahkan, sehingga dijadwalkan untuk melayangkan panggilan kedua.

Menurut Sujud terhadap kasus dugaan penganiayaan ini tentunya akan diproses tuntas. Tidak ada perbedaan status baik pelapor maupun terlapor. Penyidik sudah memeriksa dua orang saksi.

“Kasus ini sedang diproses. Kita proses tuntas tanpa melihat status sosial dari pelapor maupun terlapor. Dua orang saksi sudah diperiksa penyidik,” ujarnya. (Giv/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!