Penyidik Tipidsus Kejati NTT Temukan Fakta Baru Kasus Tanah Labuan Bajo

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang – Tim Penyidik Tipidsus Kejati NTT temukan ada fakta baru terkait kasus dugaan korupsi jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H , MH kepada wartawan di Kantor Kejati NTT, Rabu (18/11/2020) menjelaskan
Tim penyidik Tipidsus Kejati NTT mendapati adanya pembuatan dokumen palsu oleh oknum – oknum tertentu dalam kepengurusan dokumen sertifikat untuk menjadi hak milik.

“Ada temuan baru dari tim penyidik Tipidsus Kejati NTT saat mendalami kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo. Dimana, ditemukannya pembuatan surat palsu guna penerbitan sertifikat,” sebut Yulianto.

Baca Juga:  Panen Perdana Lombok Di Hauteas, Begini Pesan Uskup Atambua

Pemalsuan dokumen lanjut Yulianto, untuk digunakan sebagai alat atau media pendukung l penerbitan sertifikat tanah menjadi hak milik yang dilakukan oleh beberapa oknum pejabat.

Dikatakan dalam kasus itu juga sebagian saksi yang telah diperiksa telah mengakui bahwa dokumen tersebut palsu. Tujuan pembuatan dokumen palsu itu untuk mendukung penerbitan sertifikat menjadi hak milik.

Baca Juga:  Berpotensi "Undang" Wabah Covid Mayoritas Fraksi DPRD TTU Tolak Pameran Pembangunan

” Ya saksi yang diperiksa terkait dokumen itu sudah mengakui bahwa itu palsu guna mendukung penerbitan sertifikat di BPN Kabupaten Manggarai Barat,” ujar Yulianto.

Yulianto menambahkan sebagian saksi yang telah diperiksa oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah mengembalikan sertifikat tanah yang diterbitkan BPN Kabupaten Manggarai Barat.

Sehingga diharapakan pejabat lainnya mengembalikan sertifikat tanah yang dibuat berdasarkan dokumen palsu yang diajukan. (Red/ Gio)

  • Bagikan