Asah Nalar, Permmalbar Kupang Gelar Piagam Kader

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang –Perhimpunan Mahasiswa Malaka Barat (Permmalbar) Kupang, menggelar kegiatan Pelatihan pembinaan dan pengembangan kader yang biasa disingkat Piagam.

Kegiatan Piagam yang diikuti 20 anggota berlangsung di Sekretariat Permmalbar di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Kegiatan berlangsung dua hari yang dibuka sejak Minggu 29 November 2020.

Sekretaris Umum, Iche Klau kepada wartawan, Selasa (1/12/2020) mengatakan kegiatan Piagam bertujuan untuk membentuk dan memperluas wawasan anggota aktif dengan idealisme yang tinggi. Dan selalu peka melihat kondisi sosial khususnya di Kabupaten Malaka.

Berlandaskan semangat kolektif dan kesetiaan selalu dikedepankan dan harus tetap terjaga dalam garis perjuangan.

” Kegiatan Piagam kader merupakan jenjang pendidikan keanggotaan formal kedua yang ada di wadah Permmalbar setelah melewati jenjang pertama yakni Pekan Inisiasi Anggota Baru (PIAR),” jelasnya.

Baca Juga:  Mantan Walikota Kupang Berpotensi Tarik Puluhan Pejabat Jadi Tersangka

Lanjut Iche kegiatan perdana ini terlaksana sehingga para peserta diskusi mengakui dan terlihat antusias mengikuti kegiatan hari pertama sampai hari terakhir.

Dan luar biasa keaktifan berdiskusi peserta bersama pemateri.

Mahasiswa UKAW berharap peserta mampu menyadarkan semua anggota akan tongkat estafet kaderisasi agar tetap menjalankan program kerja yang termuat pada AD/ART. Adapun beberapa pemateri yang diundang dari Permala, Immala, Permaper, Itankam Rai, HM3 dan LMND-DN.

Sementara itu Efan Seran, peserta yang satu ini menuturkan kegiatan dihari pertama dengan materi krisis Pendidikan di tengah pandemic covid-19 yang melanda dunia. Sebab pandemik ini kurang lebih sudah tujuh bulan belakangan ini berdampak pada perubahan aktivitas kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:  Bawaslu Minta Batalkan Instruksi ASN Pantau TPS, Begini Jawaban Pemda Malaka

Menurut Evan praktek pendidikan daring (online learning) berlaku semua diberbagai jenjang Pendidikan. Mulai SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Disayangkan karena tidak ada aktivitas pembelajaran di ruang kelas. Sebagaimana biasanya dilakukan tenaga pendidik guru maupun dosen sebagai langkah tepat walau tanpa persiapan yang memadai.

Akibatnya lanjut Evan banyak tenaga pendidik gagap menghadapi perubahan melalui teknologi. Sementara itu praktek tidak ada acara lain untuk meminimalisir penyebaran covid-19. Selain membatasi tatap muka dalam jumlah yang banyak.

” Arena sekolah sebagai ruang belajar mengajar antara murid dengan guru, mahasiswa dengan dosen pun akhirnya dilarang tatap muka. Diganti dengan pembelajaran secara daring,”ujarnya.

Baca Juga:  Mantan Kepala Cabang Bank NTT Surabaya Dituntut 7 Tahun Penjara

Menurutnya kegiatan Piagam yang digelar Permmalbar terlihat sederhana, tetapi sangat bermanfaat. Bisa membuka nalar pikir anggota dan bisa melahirkan kader-kader yang handal dan kritis.

Sehingga atas nama rekan semua mengucapkan terima kasih untuk jajaran badan pengurus harian, Pendiri, Senior, BKO yang sudah mendukung dan iklas membantu kegiatan ini berjalan aman, lancar dan sukses.

“Terima kasih untuk semua senior badan pengurus. Termasuk pemateri yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu bersama kami. Pengalaman yang luar biasa tentunya kami akan terus kembangkan dan tingkatkan apa yang sudah kami sudah terima,” ungkap Efen. (Joka)

  • Bagikan