Petugas Pos Covid Motadik Mengeluh Tidak Ada Biaya Makan

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Sejumlah petugas covid yang bertugas di pos batas Motadik, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengan Utara (TTU) mengeluh tidak dapat biaya makan, minum selama ini. Padahal mereka sudah bertugas selama sebulan.

Hal ini terungkap saat istri Wakil Bupati TTU, Ny. Susana S. Sarumaha Binsasi, Rabu (5/5/2021) berkunjung ke Pos Covid tersebut, usai menyerahkan dana PMT di PKK Desa Nifutasi ketika melintasi wilayah tersebut untuk melakukan perjalanan pulang.

“Ya, kami sudah bertugas 1 bulan. Air untuk cuci tangan tidak ada. Air untuk minum juga tidak ada. Uang untuk makan juga tidak dapat. Jadi kalau mau makan kami terpaksa kami pakai dari kantong kami,” ungkap seorang petugas keamanan menjawab pertanyaan Wakil Ketua TP PKK TTU yang menanyakan keadaan mereka dalam menjalan tugas.

Baca Juga:  Kerugian Fantastis, Target Desember Kasus Aset Negara Labuan Bajo Disidangkan

Mendengar spontanitas dari para petugas, terutama dari petugas dari pihak keamaan, istri Wakil Bupati TTU ini langsung menginformasikan hal tersebut kepada Wakil Bupati TTU Drs. Eusabius Binsasi melalui hp selulernya untuk kemudian mendapatkan tanggapan langsung.

Dalam pembicaraan yang didengar langsung oleh para petugas covid di pos batas Motadik dan disaksikan Camat Anleu, Alex Tabesi dan Kepala Puskesmas Ponu Raynoldus Kadju.

Baca Juga:  Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu Mulai Oktober

Wakil bupati sempat kaget dengan informasi itu.

“O, ya. Nanti saya cek, sy masih dalam perjalanan pulang dari kupang baru sampai SoE, nanti saya sudah sampai Kefa saya akan cek.”

Dia berharap agar petugas tetap bersemangat menjalankan tugas.

“Saya minta tetap tenang, tetap bersemangat dalam menjalanka tugas,” ungkapnya melalui hp seluler dengan menggunakan speaker.

Sementara itu Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi yang ditemui semalam di Rujab menjelaskan, setelah mendapatkan informasi tersebut maka dirinya yang sementara dalam perjalan pulang dari Kupang langsung singgah di pos batas Oeperigi, Kecamatan Noemuti, pos perbatasan dengan TTS.

Baca Juga:  Sentuhan Paket Desa Sejahtera Didukung 10 Program utama dan 9 Program Penunjang

Di Oeperigi para petugas menjelaskan bahwa untuk biaya makan sudah melekat pada tunjangan para petugas sebesar Rp 2 juta.

“Untuk petugas yang berasal dari kesehatan sudah diberikan, sedangkan untuk petugas lainnya masih dilakukan kordinasi untuk diberikan,” ungkapnya.

Wakil Bupati mengharapkan kepada para petugas untuk tetap menjalankan tugas kemanusiaan tersebut secara baik. “Hak dari para petugas tetap semuanya akan diatur dengan baik,” ujarnya. (Kend)

  • Bagikan
error: Content is protected !!