PGRI TTU Apresiasi Anggotanya Mewakili Guru Eks PLPG SeIndonesia Bertemu Mendikbudristek

  • Bagikan

TimorBerita, Kefamenanu – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Timor Tengah Utara mengapresiasi salah satu anggotanya yang mewakili Guru eks Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) seluruh Indonesia.

Apresiasi PGRI TTU itu atas salah satu anggota PGRI TTU, Ida Royani Eba Akoit, S.Pd yang terpilih diantara 10 peserta guru eks PLPG tahun 2016 seluruh Indonesia yang akan bertemu dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) dan Pengurus Besar PGRI, selasa 17 Mei 2022.

Apresiasi PGRI itu disampaikan langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten TTU, Dominikus Nitsae, S. Pd, Senin, 16 Mei 2022.

Baca Juga:  Pemdes Tasain Sudah Siap Lahan Relokasi Hunian Korban Bencana

Keterwakilan 10 orang eks PLPG itu untuk memperjuangkan nasib eks PLPG seluruh Indonesia yang tidak lulus mengikuti Ujian Tulis Nasional (UTN).

Kehadiran 10 orang guru eks PLPG itu menilai Serdik membunuh impian besar untuk naik pangkat sehingga delegasi ini akan beraudiens untuk melegalkan mereka dengan memberi sertifikat Pendidik tanpa UTN.

Baca Juga:  Kapolres Belu Berbagi Kasih di Kampung Adat Duarato

Ketua PGRI TTU Dominikus Nitsae, S. Pd kepada wartawan media ini mengatakan pihaknya mengapresiasi seorang guru yang juga anggota PGRI TTU yang menjadi salah satu dari 10 orang guru yang akan bertemu Kemendikbudristek dan Pengurus Besar PGRI.

“Saya mengapresiasi Guru asal TTU yang mewakili guru se-Indonesia untuk beraudiens dengan Kemendikbudristek dan juga Pengurus Besar PGRI di Jakarta,” ungkapnya

Dominikus menambahkan pihaknya sudah bertemu dengan salah satu anggota guru dan memberi support.

Baca Juga:  Ketua PGRI TTU Mengutuk Tindakan Orang Tua Siswa Aniaya Kepsek di Belu

“Saya sudah bertemu beliau (guru) dan beri support agar tetap konsisten dalam perjuangan tersebut,”jelasnya.

Kepsek SMAN Noemuti Timur itu menegaskan, agar tidak boleh ada tekanan dari pihak lain untuk melemahkan perjuangan guru tersebut dan pemerintah daerah harus memfasilitasi guru tersebut untuk ke Jakarta.

Sementara itu, Ida Royani Eba Akoit, S.Pd yang dihubungi terpisah media ini namun menokak berkomentar. Ia baru bisa memberi informasi atau pendapat jika bertemu dengan pihak Kemenristek dan PB PGRI. (*)

  • Bagikan