PGRI TTU Gelar Seminar Hukum Lindungi Profesi Guru

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar seminar tentang perlindungan hukum terhadap profesi guru.

Kegiatan seminar online yang digelar pengurus PGRI TTU periode 2020-2025 berlangsung Senin (28/12/2020). Menghadirkan dua advokat handal sebagai nara sumber, Yosep Maisir, SH dan Yuventus Usfunan, SH. Peserta seminar dari badan pengurus PGRI dan bapak ibu guru pendidik.

Ketua PGRI Kabupaten TTU Dominikus Nitsae S. Pd dalam sambutannya mengatakan PGRI TTU terus berbenah di kepengurusannya. Salah satunya seminar online terkait perlindungan hukum terhadap profesi guru.

Tujuan seminar selain untuk menambah pengetahuan juga untuk memahami prosedur hukum yang akan diterapkan ketika ada gangguan terhadap profesi guru dalam menjalan tugas setiap hari.

” Hari ini kita memulai dan tidak ada kata mudur lagi. Seminar online berkaitan dengan perlindungan hukum terhadap profesi guru,” jelasnya.

Menurut Dominikus PGRI TTU akan terus memperkuat jati dirinya sebagai organisasi profesi yang modern. Dan dapat merespon kebutuhan sesuai tuntutan zaman. Sehingga organisasi ini terus berbenah dengan kepengurusan yang baru dengan segala upaya dengan pendekatan strategis untuk kemajuan pendidikan di kabupaten TTU.

“PGRI sebagai organisasi yang harus lebih siap berantisipasi dan beradaptasi terhadap berbagai perkembangan. Dapat mengakselerasi dan mengembangkan proses, hasil dan layanan yang baik,” tandasnya.

Baca Juga:  Penanganan Covid Resahkan Warga, Golkar TTU Sikapi Tegas

Menurut Dominikus PGRI harus cakap belajar dari pesaing dan mitra dari seluruh lini organisasi, dan sedapat mungkin dapat melancarkan transfer pengetahuan dari satu bagian ke bagian lain. Memberdayakan semua sumberdaya manusia dalam berbagai jenjang pendidikan.

Kepala SMAN Noemuti Timur ini menjelaskan PGRI TTU akan terus membangun kerja sama dengan pemerintah pusat provinsi, pemerintah daerah, dan semua pihak yang diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Selain itu untuk meningkatkan kesejahteraan guru demi meningkatnya mutu pendidikan di kabupaten Timor Tengah Utara.

Dikatakan PGRI akan terus melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh guru, dosen dan tenaga kependidikan. Organisasi ini akan melakukan sistem pendataan terhadap angota PGRI agar dari data bisa dapat mengetahui situasi, kondisi dan status guru sehingga gerakan dan perjuangannya terarah dan terukur.

Peran Teknologi Dalam Pembelajaran Dimasa Covid-19

Selain itu Pengurus PGRI Kabupaten TTU juga menggelar webinar dengan tema peran teknologi dalam pembelajaran dimasa Covid-19. Kegiatan webinar berlangsung Rabu (30/12/2020), peserta kegiatan pengurus PGRI dan sejumlah tenaga pendidik.

Dalam materi webinar ini pengurus PGRI menghadirkan dua nara sumber dosen Universitas Timor. Yakni Oktofianus Mamoh, M.Pd sebagai pamateri utama, dan pemateri kedua testimoni dari Dosen Jose Verdial, S.Pd, M.Pd. Selain itu juga ada testimoni dari tujuh orang guru berkaitan dengan pengalaman menggunakan tenologi dalam pembelajaran dan pengeloaan sekolah.

Baca Juga:  Bupati Malaka Berkantor di Kupang, Begini Komentar Pengamat Hukum

Pandemi covid-19 merubah semua tatanan kehidupan di dalamnya system pembelajaran berubah dari luring menjadi daring. Istilah offline dan online tidak asing lagi untuk pendidik dan tenaga kependidikan. Sehingga guru dituntut untuk menguasai teknologi dan terampil menggunakanya dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam pembelajaran.

Ketua PGRI TTU, Dominikus Nitsae mengatakan pekerjaan manusia dizaman sekarang sudah banyak dikerjakan oleh mesin. Manusia hanya bertugas untuk mengoperasikan mesin tersebut. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan adanya pengubahan sumber daya alam menjadi berbagai macam alat-alat sederhana.

Lebih lanjut Dominikus mengatakan sebenarnya untuk menguasai teknologi dibutuhkn kemauan keras dan keterampilan dalan mengoperasikan alat tegnologi. Sebab saat ini hanya bermodalkan youtube orang bisa membuat pesawat terbang. Sehingga guru diharapkan menguasai teknologi agar tercapai utama pendidikan yaitu mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan di masa depan.

” Setiap siswa wajib menguasai literasi dasar (calistung, keterampilan menggunakan teknologi, komunikasi interkultutar, literasi finansial), kompetensi 4K (berpikir Kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi), dan kualitas karakter (rasa ingin tahu, inisiatif, daya juang, adaptibilitas, kepemimpinan, dan pemahaman sosial dan budaya),” jelasnya.

Baca Juga:  Kampanye SN - KT di Sasitamean, Penjaga Sonaf Umrisu Asmunulea Menangis Terharu

Menurut Dominikus untuk tidak jauh tertinggal maka PGRI TTU Periode 2020-2025 terus menggali potensi-potensi besar yang dimiliki guru, dosen dan tenaga pendidik yang ada di kabupaten TTU, untuk selalu berbagi pengalaman dan kemampuan penguasaan alat teknologi kepada sesama pendidik dan tenaga kependidikan lewat forum seminar, bimtek dan lain-lain.

“PGRI akan terus membuka ruang mana kala ada guru dan dosen ingin membagi buat sesama pendidik. Pada akhir sambutan saya ini saya ingin menegaskan. Guru dosen dan kependidikan sebagai garda depan penanggulangan penyebaran covid-19,” jelasnya.

Lanjut Dominikus guru, dosen dan tenaga kependidikan terus membatu pemerintah daerah dengan memberi masukan dan mengotrol semua program pemerintah yang ada di masyarakat. Guru, dosen dan tenaga kependidikan tidak boleh meyebar berita hoax.

Sehinggga PGRI akan melakukan pendataan ulang terhadap guru honor, kotrak dan PNS oleh pengurus cabang dan ranting agar sesegera mungkin dimasukan ke pengurus PGRI kabupaten. Formatnya diambil pada sekretaris umum PGRI Kabuapaten sebab tanpa data tentunya tidak bisa berbuat banyak untuk guru. ( Siu/Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!