PGRI TTU Perjuangkan Nasib Guru PTT, Ini Tanggapan Bupati

  • Bagikan

TimorBerita, Kefamenanu – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meminta Bupati untuk memperjuangkan nasib para guru calon Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tidak lulus seleksi tahun 2022.

Dalam dialog PGRI TTU meminta Bupati TTU untuk memperhatikan nasib guru. Para guru yang sudah bertahun-tahun mengabdi perlu ada perhatian dan kebijakan khusus.

Hal ini disampaikan pengurus dan sejumlah anggota PGRI TTU saat berlangsungnya dialog bersama di aula lantai II kantor Bupati, Rabu 13 April 2022.

Dialog dihadiri langsung Bupati David Juandi dan Wakil Bupati Eusabius Binsasi, Plt Sekda Fransiskus Fay Asisten I, Yosep Kuabib, Asisten II Ferdi Lio, Asisten III Raymundus Thaal, Plt Kadis Pendidikan Pemuda Olahraga (PPO) Raymundus Aluman, Plt. Kepala BKDPSDM Arkadius Atitus serta sejumlah pimpinan OPD.

Baca Juga:  Muhibah Budaya Jalur Rempah Menumbuhkan Kebanggaan Masyarakat

Puluhan guru yang tidak lulus seleksi PTT didampingi langsung Ketua PGRI TTU, Dominikus Nitsae dan Sekretaris Maximus Abainpah menyampaikan sejumlah poin tuntutan.

Mereka menilai hasil seleksi PTT tahun 2022 terdapat kekeliruan yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Bahwa prosedur perekrutan dan standar penilaian yang dinilai keliru agar menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada seleksi berikutnya.

Untuk itu PGRI TTU meminta Bupati agar tetap mengaktifkan kembali guru yang dirumahkan dan tidak lulus seleksi PTT dengan menerbitkan SK Kontrak Bupati tahun 2022 dengan kebijakan khusus.

PGRI TTU menilai alasan perlu diakomodirnya nasib calon PTT yang tidak lulus seleksi karena saat ini para guru sedang memperjuangkan nasibnya untuk bisa menjadi guru PPPK.

Baca Juga:  Belu Darurat Covid-19, Dua Rumah Sakit dan Satu Puskesmas Ditutup

Menurut PGRI TTU nasib para guru yang sudah lama mengabdi perlu diakomodir karena namanya sudah terdaftar pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Selain itu para guru ini sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Kependidikan (NUPTK). Juga memiliki
masa kerja yang memungkinkan untuk mengikuti tes PPPK pada tahap berikutnya.

Para guru ini pula memiliki sertifikat pendidik
dan memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG). Bahkan ada yang sementara mengikuti diklat PPG.

Memiliki sertifikat Profesi Guru Penggerak (PGP) dan ada yang sementara mengikuti diklat PGP. Selain itu ada guru yang sementara mengikuti seleksi pengajar praktik. Dan ada yang memiliki sertifikat operator komputer
lulus passing grade PPPK.

Baca Juga:  Ketua PGRI TTU Mengutuk Tindakan Orang Tua Siswa Aniaya Kepsek di Belu

” Profesi guru adalah jabatan profesional yang memiliki tugas pokok dalam proses pembelajaran mohon jangan lagi dirumahkan. Sebagian dari kami berjuang untuk menjadi guru profesional mengapa jalan kami dihambat. Apa dosa kami terhadap daerah yang kami cintai ini sehingga puluhan tahun kami mengabdi harus terhenti karena kebijakan,” ujar unhkapan hati salah seorang calon guru yang tidak lulus seleksi PTT dalam dialog.

Untuk itu para guru meminta Bupati dan Wakil Bupati TTU sekiranya bisa membantu melalui kebijakan khusus agar para guru yang sudah lama mengabdi tetap menjadi guru karena profesi ini adalah cita-cita seorang pendidik.

  • Bagikan