PGRI TTU Temui Bupati, Kepsek Dilarang Cabut Nama di Dapodik

  • Bagikan

TimorBerita, Kefamenanu – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Timor Tengah Utara datangi Kantor Bupati TTU, Rabu 13 April 2022.

Kedatangan PGRI TTU dalam rangka menindaklanjuti pengaduan dari anggota PGRI atas surat keputusan Bupati TTU tentang pengumuman hasil seleksi Calon Pegawai Tidak Tetap(CPTT) tahun 2022.

Pantauan media ini sekitar puluhan orang guru yang tergabung dalam PGRI TTU dipimpin langsung oleh Ketua PGRI TTU, Dominikus Nitsae, S.Pd.

Baca Juga:  Bupati TTU Bongkar Pasang ASN Tidak Ada Dendam

Dialog berlangsung sekitar pukul 11:00 wita digelar dialog. Dalam pertemuan itu Bupati TTU, Drs. Juandi David mengakui sudah menyampaikan dalam audiens bahwa pihaknya akan mengkaji ulang sejumlah persoalan seleksi PTT.

“Jadi kita sudah memberikan penjelasan tentunya ada persoalan dan mari kita sama-sama perbaiki,”tandasnya.

Bupati juga akan melakukan pertemuan untuk memberikan surat kepada kepala sekolah agar tidak mencabut nama-nama CPTT yang tidak lulus dalam Data Pokok Pendidik (Dapodik).

Baca Juga:  Pilkada Malaka Sudah Berakhir, Kerja Diam-Diam Jangan Pikir Aneh Aneh

“Kita juga akan rapat jika regulasi memungkinkan kita akan mengirim surat untuk para kepala sekolah supaya yang tidak lulus PTT jangan cepat-cepat mengeluarkan yang bersangkutan dari Dapodik karena sementara kita masih perjuangkan mereka” ujar Bupati David usai audiens.

Sementara itu terkait dengan dugaan bahwa ada nama yang menggunakan ijasah palsu, Bupati David mengakui sudah dengar di media tapi belum mengetahui secara jelas.

Baca Juga:  Forum Armet Terobos Kantor Bupati TTU, Serahkan Surat Keberatan

“Jadi terkait dengan itu kita sudah mendengar di media tapi ada 2 kemungkinan bahwa itu panitia yang salah atau dia (CPTT, red) yang salah,” tambahnya.

Namun dirinya mengaku jika ijasah yang dimasukan itu adalah ijasah yang sah atau asli. (Jhovan Faot)

  • Bagikan