Pilih Pemimpin Bersih, SN-KT Bukan Pemimpin Dinasti

  • Bagikan

TimorBerita. Betun –Pasangan calon bupati dan wakil bupati Malaka, Simon NahakKim Taolin terus gencar melakukan kampanye.

Terbukti Rabu (25/11/2020) pasangan calon nomor urut 1, dalam sehari kampanye melingkar di tiga titik Kecamatan Malaka Barat, yakni Desa Lo’ofoun Bateti, Beirasi dan Besikama.

Dihadapan masyarakat Juru kampanye (Jurkam) Petrus Tey Seran dalam orasinya meminta masyarakat untuk memilih pemimpin yang bersih, jujur, terbuka, merakyat dan merangkul untuk membangun Malaka.

Politisi Hanura ini sangat yakin masyarakat sudah cerdas menentukan pilihannya. Sosok pemimpin yang layak dan tepat untuk pimpin Malaka kedepan.

Ia berharap masyarakat jangan memilih pemimpin dinasti sebab urusan pemerintahan akan dikelilingi keluarga dan orang dekat. Sosok pemimpin berciri penguasa tentunya berpotensi korupsi, kolusi dan nepotisme.

Baca Juga:  Kim Taolin Cawabup Malaka Selalu Hadir di Tengah Masyarakat

“Sapu yang kotor tidak bisa bersihkan kotoran, itu filosofi sapu. Coba bayangkan jabatan ditempati keluarga,” ujar mantan anggota DPRD Malaka.

Petrus yang biasa disapa Dody Tey Seran menuturkan sebagai mantan anggota DPRD Malaka mengetahui persis pengelolaan anggaran dan hasil program yang dikerjakan pemerintah selama ini.

Seperti Program Revolusi Pertanian (RPM) berapa besar keberhasilannya. Mengklaim berhasil sementara masyarakat menderita tidak merasakan hasilnya.

” Jadi tidak perlu kita baku tipu dengan program ini. Sekian milyar dikucurkan hanya sebatas olah lahan gratis. Itu pun masih ada diskriminasi hanya warga tertentu yang di balik lahannya,” tandas mantan anggota Fraksi Hanura DPRD Malaka.

Baca Juga:  Panwascam Botin Leobele Awasi Ketat ASN "Nakal"

Dody Tey Seran menuturkan program RPM untuk komoditi jagung tentu ada pengolahan lahan, pengadaan bibit, pupuk hingga pemasaran.

Tetapi yang terjadi postur APBD terlampau kecil. Dan itu karena potensi Malaka tidak di kelola dengan baik. Bahkan yang terjadi postur APBD sedikit tetapi para elit bergaya hidup mewah dengan mobil mewah.

” Bilang postur ABD sedikit tapi fasilitas mewah semua. Saya juga mau buka Revolusi pertanian ada 8 komoditi itu semua komoditi gagal. Bahkan komoditi bawang merah menyeret 9 orang tersangka,” ujarnya.

Baca Juga:  Paket Sakti Dari Koalisi "Kurus" Spontan Dipadati Ribuan Pendukung

Lanjut Dody untuk program pendidikan gratis itu pun salah peruntukannya. Bukannya untuk keluarga anak petani dan nelayan atau kategori keluarga yang tidak mampu, tetapi justru diberikan untuk anak pejabat. Dan seharusnya penjabat malu melihat rakyatnya menderita.

Dody berharap masyarakat kedepan tidak salah memilih pemimpin Malaka kedepan. Tetapi pilihlah figur yang tulus membangun daerah Malaka. Pilih pemimpin yang terbuka, tidak diskriminasi dan memiliki jiwa merangkul untuk perubahan Malaka.

“Pilihan itu hanya ada di paket SN – KT. Paslon ini yang merakyat bisa merangkul semua,” tandasnya.

  • Bagikan