PMKRI Tuntut Bupati TTU Copot Sejumlah Pimpinan OPD

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu, Kamis (24/6/2021) melakukan aksi di gedung DPRD dan Kantor Bupati TTU.

Aktifis PMKRI mentuntut agar Bupati TTU segera copot sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di TTU, juga mengkritisi Bupati dan Wakil Bupati TTU terkait progres 100 kerja yang dinilai gagal.

Selain itu, sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan penataan birokrasi yang dianggap lemah dan terkesan sedang membangun primordialisme.

Seperti disaksikan media ini, aksi massa PMKRI St. Yohanes Don Bosco Kefamenanu menggunakan mobil pick up dan sejumlah kendaraan roda dua tiba di gedung DPRD sekitar pukul 11.30 Wita sempat masuk gedung DPRD.

Saat tiba pimpinan dan anggota DPRD TTU, tidak ada yang berkantor sehingga massa hanya berorasi di kompleks DPRD di atas kendaraan. Massa aksi berorasi menuntut agar DPRD TTU tidak tutup mata terhadap penderitaan rakyat. Massa juga minta agar DPRD dapat menjalankan fungsi sebagai lembaga kontol secara baik.

Baca Juga:  Benarkan Ratusan Karyawan SKM, Dinas Nakertrans Tidak Mau Ungkit Masa Lalu

Para demonstran kemudian bertolak ke kantor Bupati TTU. Massa yang dipimpin oleh Ketua Presidium PMKRI Kefamenanu Agapitus Tameab ini tiba di depan Kontor Bupati TTU melakukan orasi, mempersoalkan progres 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati TTU.

Menurut PMKRI Kefamenanu, bupati dan wakil Bupati yang selama kampanye dikenal dengan slogan membangun dari desa justru berusaha membungkus dan menghibur penderitaan dengan pembangunan sejumlah lampu hias.

Sementara pembangunan sejumlah lampu hias justru menambah kecelakaan lalu lintas pada sejumlah titik yang ada lampu hias. Menurut PMKRI, rakyat TTU tidak butuh lampu hias tapi rakyat butuh sentuhan pembangunan untuk hidup sejahtera.

Mereka juga mengultimatum Bupati dan Wakil Bupati TTU selama 30 hari terhitung tanggal 24 Juni 2021 tidak mencopot Plt. kadis Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD), Egidius Sanam, Plt. BKD TTU, Arkadius Atitus dan Kadis Kesehatan, Thomas Laka maka PMKRI akan lakukan aksi besar-besaran.

Menurut PMKRI, sejumlah kepala desa yang saat ini jadi sasaran bidik Kejari TTU karena terlibat kasus korupsi dana desa tidak terlepas dari tanggung jawab kepala Dinas PMD dan para pendamping desa. Tetapi anehnya, yang justru disalahkan adalah para kepala desa.

Baca Juga:  Bupati Belu "Santai" Klarifikasi Bantuan Hibah Exafator

PMKRI justru melihat ini adalah kegagalan dari pimpinan PMD dan da para pendanping desa karena itu, tidak ada alasan untuk plt. Kadis PMD TTU harus dicopot.

Selain itu PMKRI juga dalam pernyataan sikap menyoal pengaktifan kembali Camat Kota Hironimus Bana yang pada tahun 2012 dinonaktifkan karena terlibat kasus pidana. Mereka menilai tanpa dasar yang kuat diaktifkan kembali sebagai Camat Kota padahal yang besangkutan jelas-jelas terlibat kasus pidana.

Selain itu Bupati TTU dinilai tidak cermat dalam penataan birokrasi di TTU, karena menurut PMKRI belum lama ini seorang guru SD dipindahkan menjadi staf Sekwan, namun beberapa hari kemudian dianulir kembali.

Untuk itu PMKRI menilai ada ketidakmampuan dari pimpinan BKD . Sehingga PMKRI minta selain mencopot kembali Hironimus Bana sebagai Camat Kota Kefamenanu karena dinilai tidak prosedural.

Baca Juga:  Kajari TTU Meninggal Covid-19, Pemeriksaan Rapid Satu Staf Reaktif

PMKRI juga mendesak agar Bupati TTU untuk segera mencopot Kadis Kesehatan TTU, Thomas Laka karena dinilai tidak transparan dalam pertanggungjawabn keuangan covid 19 pada tahun anggaran 2020 yang menelan biaya cukup besar, sementara penanganan masalah Covid-19 di TTU kurang maksimal. Bahkan jadwal pelayanan vaksinasi saja tidak jelas.

Seperti disaksikan media ini, setelah massa aksi berorasi secara bergantian, kemudian membacakan 7 tuntutan pernyataan sikap.

Semula mereka menuntut untuk menyampaikan langsung tuntutan kepada Bupati atau Wakil Bupati TTU. Namun keduanya sedang tidak berada di tempat maka tuntutan pernyataan sikap diterima oleh Pjs. Sekda TTU, Fransiskus Fay.

Pjs. Sekda TTUFransiskus Fay kesempatan itu memberikan apresiasi kepada PMKRI TTU atas kepeduliannya terhadap proses pembangunan di TTU dan berjanji akan melanjutan aspirasi PMKRI TTU kepada Bupati dan Wakil Bupati.

Usai menyerahan pernyataan sikap oleh Ketua Presidum PMKRI Kefamenanu, masa akhirnya membubarkan diri menuju ke Sekretariat marga siswa PMKRI di Naesleu. (Kend)

  • Bagikan
error: Content is protected !!