Polisi Tangkap Ivan Dethan, Pelaku Pembunuh Sertu Yorhan Lopo

  • Bagikan

TimorBerita. Depok || Tim jajaran Polres Metro Depok Jawa Barat meringkus Ivan Victor Dethan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ia ditangkap karena membunuh anggota TNI AD Sertu Yorhan Lopo, dan menikam Adam Y Sesfao.

Jasad Sertu Yorhan dari Kesatuan Menzikon Pusziad ditemukan tewas di semak-semak, Jalan Patoembak, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat pada Kamis 23 September 2021.

Selain membunuh Sertu Yorhan Lopo, pelaku juga menikam korban Adam Y Sesfao hingga sekarat. Kondisi Adam mengalami luka di bagian paha kanan bagian atas.

Baca Juga:  Benarkah Penjara itu Penyiksaan, Begini Tanggapan Kalapas Atambua

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno menjelaskan kronologis kejadian berawal ketika teman Ivan Victor Dethan bernama Majer bersitegang dengan Adam Sesfao karena knalpot yang digunakan Majer mengganggu. Teguran yang dilayangkan Adam tidak diterima Majer.

Atas kejadian tersebut, Sertu Yorhan Lopo didatangkan untuk melakukan upaya damai.

Tetapi Majer tidak terima dan pergi untuk memanggil rekannya yang berjumlah sekitar enam orang.

Baca Juga:  Punya Hak Sama Sis PSI Malaka Ajak Perempuan Tampil di Panggung Politik

“Saat itu mau ada upaya damai. Tetapi rekan Majer yang bernama Ivan sebagai pelaku, langsung menusuk Adam di bagian paha, hingga korban berlari,” ungkap AKBP Yogen dilansir Radar Depok Sabtu (25/9/2021).

Ketika penusukan terjadi, Sertu Yorhan mendekat untuk melakukan perdamaian.

Tetapi secara spontan pelaku Ivan langsung menusuk Sertu Yorhan di bagian dada sebelah kiri, tepat di jantung dan membuat korban meninggal dunia.

“Jadi pelaku mengatakan secara spontan menusuk korban Yorhan karena solidaritas,” kata AKBP Yogen.

Baca Juga:  Belu Berduka Lagi, Sudah Tujuh Korban Covid di TPU Masmae

Sementara, pelaku Ivan mengatakan tidak mengenal Sertu Yorhan. Pelaku mengaku hanya diajak Majer.

“Saya tidak kenal korban, saya spontan menusuk,” katanya.

Saat melakukan penusukan, pelaku mengaku dalam keadaan sadar dan tidak terpengaruh minuman keras.

Pelaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada institusi TNI dan keluarga korban.

“Saya minta maaf kepada bapak TNI dan keluarga korban. Saya tidak mabuk, saya sadar,” katanya. (radardepok/JPNN.com)

  • Bagikan