Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Sapi Area Belu dan TTU

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Satuan Tim Buru Sergap (Buser) Polres Belu berhasil menangkap komplotan pecuri ternak sapi yang selama ini beroperasi di Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Jumat 30 Juli 2021 sekira pukul 01.00 wita, Polisi berhasil menangkap dua pelaku yakni SE dan PA yang sedang beroperasi di hutan Webora, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Saat ditangkap salah satu pelaku berusaha melawan sehingga Polisi terpaksa melumpuhkan dengan cara menembak pada bagian kaki salah satu pelaku.

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh saat menggelar rilis media di aula Merah Putih Polres Belu Sabtu (31/7/2021) menjelaskan, dua terduga pelaku pencuri ternak sapi berhasil diamankan polisi atas informasi masyarakat bahwa ada suara letupan senjata api di tengah hutan.

Baca Juga:  Penuhi Panggilan Kedua, Bupati Raymundus Diperiksa Penyidik Polres TTU

Dikatakan saat Anggota Polisi bersama sejumlah warga langsung bergegas ke lokasi. Saat tiba di hutan didapati pelaku SE sementara memikul potongan daging sapi, mententeng senjata api jenis Refile dan sebilah parang. Setelah diinterogasi ternyata SE tidak sendirian.

Setelah dilakukan pengembangan SE mengaku tidak sendirian tetapi ada juga pelaku lain. Sehingga Polisi bergerak dan langsung mengamankan pelaku PA.

” Pelaku SE kita tangkap di hutan memikul daging sapi sambil menenteng senjata api dan bawa parang. Sehingga anggota langsung tangkap dan bawa ke Polres. Sedangkan PA, diamankan setelah dilakukan pengembangan dari tersangka SE,” tandas Kapolres Belu didampingi Kabag Ops, AKP I Nengah Sutawinaya dan Kanit Pidum Sat Reskrim, Aiptu Marselinus Goran.

Dikatakan kedua terduga pelaku SE dan PA sudah ditetapkan sebagai tersangka. Barang bukti (BB) yang disita berupa satu pucuk senjata api jenis Refile buatan Belanda, satu lembar kulit sapi warna merah dengan cap bertuliskan BLB serta sebilah parang dengan ukuran 30 cm.

Baca Juga:  Telegram Kapolri, Dua Kapolres NTT Dimutasi

Pengakuan tersangka sudah 5 (lima) kali melakukan pencurian ternak sapi. Hasil curian ternak sapi dipotong di hutan lalu dijual ke pasar. Pihaknya sedang melakukan pengembangan karena komplotan pencuri ternak lebih dari dua orang dan wilayah operasi di Kabupaten Belu dan wilayah kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

” Masih pengembangan karena diduga komplotan pencuri lebih dari dua orang. Ini jaringan spesialis pencurian ternak yang selama ini meresahkan masyarakat,” tegas Mantan Kapolres Sumba Barat ini.

Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP dan UU Darurat karena melancarkan aksi pencurian menggunakan senjata api. Kedua tersangka diancam hukuman diatas lima tahun penjara.

Baca Juga:  Kapolres Belu Panen Raya di Kampung Tangguh, Begini Harapannya

“Kedua tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP dan pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan senjata api dengan ancaman hukumannya di atas 5 tahun,” ungkap Kapolres.

Sekedar tahu, aksi komplotan pencurian ternak sapi sudah lama dan berulangkali terjadi. Para kawanan pencuri ini lebih dari lima orang. Aktifitas para pelaku sangat meresahkan warga yang beroperasi saat malam hari selain di hutan juga di rumah pemukiman warga.

Dalam sehari bisa mencuri dua hingga tiga ekor ternak sapi bahkan lebih mengunakan senjata api dan senjata parang.

Hasil curian daging ini dijual seharga Rp 50.000 per kilogram. Kini anggota sedang memburu pelaku lainnya yang diketahui kabur ke wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara. (Ren/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!