Polres Belu Gelar Operasi Rutin Tindak Premanisme, Warga Perbatasan RI -RDTL Aman

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Kepolisian Resor (Polres) Belu bersama Polsek jajaran, serentak menggelar operasi penertiban premanisme di sejumlah lokasi yang berpotensi rawan pemalakan dan pungutan liar.

Operasi penertiban mulai di gelar Sabtu (12/6/2021) malam, dipimpin langsung Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh.

Titik lokasi penertiban operasi awal seputaran kota yakni kompleks Pasar Lama, Pasar Baru, Pasar Lolowa, Taman Fronteira dan Plaza Pelayanan Publik Atambua.

Operasi penertiban melibatkan personil dari satuan Intelkam, Reskrim, Resnarkoba, Binmas, Samapta dan anggota Bhabinkamtibmas.

Baca Juga:  Banjir Meluap di Badan Jalan Negara, Pelintas Dorong Motor

Pantauan media ini setiap kendaraan yang melintas dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat serta barang bawaan. Selain itu warga yang nongkrong bareng diimbau untuk membubarkan diri .

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh saat dikonfirmasi Senin (14/ 6/2021) mengatakan operasi penertiban dilakukan rutin untuk menjamin keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di Belu perbatasan RI Timor Leste.

Operasi penertiban premanisme merupakan tindak lanjut perintah Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Selain itu untuk menekan angka kriminalitas dan mencegah kejahatan premanisme di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Cepat Mendongkrak Pembangunan Malaka, Program Sakti Solusinya

” Ini operasi rutin untuk Polres Belu dan semua Polsek. Operasi premanisme sebagai tindak lanjut perintah bapak Kapolri dan bapak Kapolda NTT,” tandas Khairul.

Menurut Khairul operasi penertiban dan patroli dilakukan rutin dilokasi yang disinyalir rawan pemalakan dan pungutan liar. Bila ada dugaan yang melanggar pidana tentunya akan dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.
Prinsipnya premanisme tidak boleh ada atau berkembang di wilayah hukum Polres Belu.

Baca Juga:  Hutan Lindung Kateri Dijadikan TPA Sampah, Warga Protes Datangi DPRD Malaka

” Operasi penertiban ini untuk menjaminan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Sasaran operasi terhadap oknum masyarakat yang disinyalir melakukan aksi pemalakan atau pungutan liar, warga yang membawa senjata tajam, mengkosumsi alkohol dan praktik premanisme lainnya,” tegas mantan Kapolres Sumba Barat ini.

Lanjut Khairul operasi penertiban sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjauhi praktek premanisme. Sejauh ini dalam operasi, belum ditemukan adanya pelanggaran hukum pidana. (Ren/Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!