Polisi Amankan Pelaku Penipuan 12 Sopir Asal Malaka

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang-Dua terduga pelaku penipuan terhadap 12 sopir asal Kabupaten Malaka, berhasil diamankan di wilayah Polisi .

Kedua terduga Muhamad Ruslan Ali dan Ade Mince Moy diamankan dirumah kontrakan Dusun II Tuameko, Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (24/2/2021) sekira pukul 21.50 Wita.

Kapolsek Kupang Tengah Ipda Elpidus Kono Feka saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa penangkapan terduga pelaku yang selama ini menjadi buronan polisi.

Menurut Elpidius keberadaan terduga pelaku diketahui atas laporan masyarakat. Sehingga dilakukan koordinasi dan dilakukan penangkapan. Sebab kedua pelaku menjadi buron Polda NTT. Keduanya akhirnya diamankan cepat di Mapolsek, karena kawatir ada amukan warga.

Baca Juga:  Polda NTT Ambil Alih Kasus Pengeroyokan Wartawan Malaka

” Kedua terduga pelaku kita amankan di Mapolsek, sambil berkoordinasi dengan Polda NTT,” ujarnya.

Sementara salah satu korban penipuan, Arnoldus Seran asal Malaka, meminta agar kedua pelaku segera diproses hukum.

Ditindak seadil -adilnya mengembalikan kerugian yang dialaminya bersama rekan sopir lainnya.

” Benar ini dua orang yang tipu kami di hotel. Selama ini kami cari dan ini baru tangkap, “ujarnya kesal.

Ia menuturkan akibat dari perbuatan pelaku uang ratusan juta raib bahkan mobil kreditnya miliknya ikut ditarik pihak leasing gegara perbuatan pelaku. Uang setoran kredit digelapkan pelaku.

Baca Juga:  Pospera Datangi Polda NTT Laporkan Stafsus BUMN

Kasus penipuan kedua pelaku berawal dari menyewa mobil rental 12 orang asal Kabupaten Malaka.

Alasanya mobil tersebut disewa untuk operasional survei lokasi proyek nasional di NTT.

Para korban di suruh menginap gratis di Hotel Neo Aston selama sebulan. Selain itu korban dijanjikan akan diangkat menjadi staf PT Naka.

Ironisnya selama di hotel, pelaku selalu meminta setoran dari semua sopir dengan alasan memperlancar urusan proyek.

Baca Juga:  Proses Hukum Lambat Bakal Dialihkan ke Mabes Polri; Pengeroyokan Wartawan Malaka

Selama dua pekan menginap di hotel, konsultan PT Naka Jakarta yang dijanjikan tak kunjung tiba. Bahkan, mobil Avanza miliknya juga dibawa kedua pelaku dan menghilang.

Para korban akhirnya dilaporkan ke Polda NTT. Bahkan di Polda ternyata sudah ada laporan korban sebelumnya dengan pelaku yang sama Ade Mince Mooy dan Muhamad Ruslan Ali.

Akibat perbuatan pelaku merugikan para korban dan bila didikalkulasi mencapai ratusan juta. Kini keduanya diamankan untuk diproses hukum mempertanggung jawabkan perbuatannya. (Tio-03/ Tbc).

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan