Pospera Datangi Polda NTT Laporkan Stafsus BUMN

  • Bagikan

TimorBerita.Kupang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Nusa Tenggara Timur, datangi Kepolisian Daerah (Polda) NTT.

Kehadiran Pospera untuk melaporkan Staf Khusus (Stafsus) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia (RI), Arya Sinulingga.

Langkah yang dilakukan Ketua DPD Pospera NTT, bersama beberapa DPC Pospera NTT, Senin (16/11/2020), sebagai wujud kemarahan yang dilontarkan salah satu orang penting di BUMN.

Ketua DPD Pospera NTT, Karunia Meianto Lily menjelaskan bahwa kedatangan DPD Pospera NTT ke POLDA NTT untuk melaporkan Arya Sinulingga. Lantaran mencemarkan nama baik lembaga organisasi POSPERA.

Baca Juga:  Ekspose Bersama KPK , Perkara Bawang Merah Malaka Dilanjutkan

“Kami datang ke POLDA NTT sebagai respon rasa kemarahan kami terhadap seorang Arya Sinulingga yang saat ini menjabat sebagai staf khusus menteri BUMN. Tetapi tidak bisa menjaga bahasanya sebagai seorang pejabat,” tandasnya.

Menurut Karunia akar permasalahannya terkait pernyataan Arya di salah satu Whatshapp Group “Membangun Negeri” yang menyebutkan banyak perusahaan yang komisarisnya Pospera selama 5 tahun pada rugi semua dan bikin pusing memang.

Atas pernyataan Arya Sinulingga itu, Karunia mengatakan, bahwa pernyataan tersebut hoax dan fitnah. Karena faktanya dalam laporan keuangan BUMN RI yang di duduki komisaris dari POSPERA sebanyak 7 orang, perusahaannya tidak merugi, malahan untung.

Baca Juga:  Berkas Tiga Tersangka P21, Kasus Bawang Merah Malaka Siap Disidangkan

“Terkait pernyataan tersebut, setelah diketahui pengurus Pospera tingkat nasional, bahwa Arya Sinulingga telah menyingung nama organisasi Pospera dengan kalimat penyebaran fitnah dan hoax,” maka kami POSPERA se-Indonesia yang tersebar di 28 provinsi hari ini secara serentak mendatangi POLDA masing-masing daerah untuk melaporkan staf khusus Erick Thohir, Menteri BUMN

Padahal menurut Karunia DPP Pospera sudah meminta deadline dalam waktu 3 x 24 jam, Arya Sinulingga menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada DPP Pospera.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pelaku Penipuan 12 Sopir Asal Malaka

Namun, sampai waktu yang ditentukan Arya Sinulingga belum juga memberikan klarifikasi serta permintaan maaf.

“Sehingga tidak ada toleransi lagi. Sehingga kita sepakat tidak ada kata lain, selain harus lawan,” ujarnya.

Dikatakan Pospera NTT akan terus mengawal dan mendukung kepolisian RI untuk segera mengusut kasus pencemaran nama baik organisasi.

Pelaku pencemaran oleh staf khusus menteri BUMN. Pospera berharap untuk diproses laporan ini sebab tidak orang yang kebal hukum di negeri ini. (Joka)

  • Bagikan