Posting Dugaan Pungli Dana PIP di Facebook, Pelajar SMAN Jadi Tersangka

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu – Naas menimpa Sebastianus Nailiti, siswa kelas XI SMAN Mamsena, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Gegara membuat postingan di facebook terkait dugaan pungutan liar (Pungli) dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Bestobe, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Lakmas NTT, Viktor E. Manbait dalam siaran pers yang diterima Timor Berita.com Senin (22/2/2021), mengatakan peristiwa itu bermula pada 16 Juli 2020 lalu. Sebastianus memosting tulisan dugaan Pungli di salah satu grup facebook.

Padahal tujuannya untuk meminta masukan dan pendapat dari para pengguna facebook yang bisa memberikan masukan terkait prosedur penyaluran dana PIP.

Sebastianus merasa prihatin karena seorang guru SDN Bestobe Wilfrida Una Naisoko, diduga melakukan pungli dana PIP di Sekolah itu.

Baca Juga:  Bertindak Preman, Korban Minta Polisi Amankan Kades Banfanu

Besarannya Rp 25.000 per siswa yang dilakukan setiap kali menerima dana PIP di kantor BRI sebagai bank penyalur.

Merasa prihatina pelajar SMAN ini nekat memosting untuk mencari tahu hak besaran penerima karena adiknya menjadi korban Pungli. Termasuk sejumlah orang tua siswa juga mengaku sama.

Ironisnya keesokan harinya usai memosting, Guru SDN Bestobe Wilfrida Una Naisoko menjemput Sebastianus didampingi ibundanya untuk diinterogasi di rumah ibu guru Wilfrida.

Ia dipaksa untuk menjawab bahwa ada orang di belakang yang menyuruhnya memosting adalah Ketua BPD Desa Subun Bestobe.

Merasa terus ditekan Sebastianus terpaksa menuruti interogasi ibu guru itu. Bahwa benar ada yang menyuruh untuk memosting.

Baca Juga:  Kasus Penganiayaan di SP3, IMATTU Kesal Pelaku Oknum Polisi

Kasus itu akhirnya dilaporkan ke Polres TTU oleh Wilfrida Una Naisoko, tentang dugaan pencemaran nama baik. Kini Sebastianus Naitili bersama Ketua BPD Desa Bestobe, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres TTU.

Sebastianus pelajar SMA kelas akhir ini saat dikonfirmasi mengaku heran terhadap proses hukum yang diterapkan untuk dirinya.

Bagaimana seseorang yang mempertanyakan dugaan Pungli karena ada korban, adiknya termasuk siswa lainnya tetapi justru ia dijadikan tersangka.

Meski begitu Ia siap menghadapi kasus ini. Sebab statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Februari 2021. Sehingga hari ini Senin ia dipanggil menghadap penyidik untuk menjalani pemeriksaan.

Sejumlah pengacara Kabupaten TTU, yang sudah siap memberikan bantuan pendampingan hukum.

Baca Juga:  Kasus Pelajar Pemosting Dugaaan Korupsi Dana PIP Berakhir Dimeja Polres TTU

” Hari ini saya dipanggil untuk menghadap. Mau diambil keterangan sebagai tersangka. Terima kasih ada penasehat hukum yang sudah siap bantu dampingi saya,” ujarnya.

Wilfrida Una Naisoko Guru SDN Bestobe, yang diduga sebagai pelaku pungli saat dikonfirmasi via telephone selulernya membantah keras. Sebab dirinya tidak tega melakukan praktek Pungli penyaluran dana PIP kepada murid di SDN Bestobe.

“Saya tidak pernah pungli. Itu tidak benar,” tandasnya.

Menurut Wilfrida sudah memanggil yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi dan membenarkan pencemaran nama baiknya. Sehingga ia sudah melapor ke Polisi.

Sementara Kasat Reskrim Polres TTU AKP Sujud Alif Yulamlam, S. I. K hingga berita diturun belum dikonfirmasi. (Mol-07/Tbc)

Editor Giovani Elias

  • Bagikan