Prof Henuk Jadi Tersangka Kasus ITE, USU Tidak Mau Campur

  • Bagikan

TimorBerita. Medan || Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf Leonard Henuk ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran UU ITE.

Akademisi asal Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang selama ini mengabdi di Universitas Sumatera Utara (USU), resmi di tetapkan sebagai tersangka oleh  Polres Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).  

“Benar, sudah ditetapkan jadi tersangka,” kata Kapolres Tapunuli Utara AKBP Mohammad Saleh saat dikonfirmasi, Selasa (29/6/2021)

Baca Juga:  Wakil Menteri PUPR Kunjungi Malaka, Jembatan Benenain Segera Diperbaiki

Mohammad Saleh tidak menjelaskan secara detail kasus yang menjerat guru besar USU tersebut. Dia hanya membenarkan bahwa Prof Henuk menjadi tersangka terkait laporan Alfredo Sihombing serta Martua Situmorang.

“Betul (dilaporkan oleh Alfredo Sihombing dan Martua Situmorang). Dalam kasus (UU) ITE,” sebut Muhammad Saleh,seperti dilansir detiknews

Sekedar tahu, Prof Henuk sempat membuat kontroversi terkait cuitannya di media sosial yang menyeret nama Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Henuk kemudian dilaporkan ke polisi oleh kader Demokrat. Polda Sumut pun mengatakan sedang mengkaji ada-tidaknya unsur pidana dalam cuitan Henuk.

Baca Juga:  Mantan Kades Kereana Klarifikasi "Temuan" Dihadapan Jaksa dan Inspketorat

Henuk kembali menjadi sorotan terkait cuitannya terhadap mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Henuk dituding rasis hingga didemo mahasiswa USU asal Papua. Henuk membantah dirinya rasis. Guru besar USU itu juga melaporkan lima akun ke polisi.

Kepala Humas dan Protokoler USU saat itu, Elvi Sumanti, kepada wartawan, Kamis (14/1/2021) menegaskan ucapan Prof Henuk adalah urusan pribadi. Sehingga USU tak akan ikut campur proses hukum terhadap Henuk.

Baca Juga:  Belum Pernah Orang Miskin Karena Derma, Penyegaran Iman di Paroki Oelami

“Terkait pemeriksaan, USU akan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib dan tidak akan mencampurinya,” tegas Elvi. (*/dtn/timorberita)

  • Bagikan
error: Content is protected !!