Program 100 Hari Berakhir, Bupati TTU Paparkan Hasilnya

  • Bagikan

TimorBerita, Kefamenanu || Program 100 hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati TTU sejak dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur 26 Februari 2021, berakhir tepat Kamis, 10 Juni 2021.

Bupati TTU, David Juandi dalam jumpa pers di hotel Viktory Senin (14/6/2021)
mengatakan, program 100 hari kerja difokuskan pada penataan Kota Kefamenanu. Hasilnya, penampilan Kota Kefamenanu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Meski duet David Juandi dan Eusabius Binsasi dikenal deng tagline “Desa Sejahtera” namun 100 hari ini pihaknya ingin merubah penampilan kota Kefa menjadi lebih bersih, indah dan menarik terutama bagi para pengujung atau pelintas kota ini.

” Kota Kefa saat ini meski belum sempurna namun melalui progran 100 hari ini Kota Kefa sudah mengalami perubahan seperti yang kita lihat saat ini, ” tegasnya.

Bupati TTU mengakui walau masih ada kekurangan namun harus diakui bahwa Kota Kefamenanu,  ada perubahan baik jalan protokol, tugu, perkantoran, taman dan lampu hias telah menghiasi kota Kefamenanu.

Baca Juga:  PMKRI Cabang Kefamenanu Membina 80 Anggota Muda

Dijelaskan, semua perubahan ini terjadi karena melibatkan atau menggandeng semua komponen masyarakat terutama pihak BUMD maupun para pengusaha dan masyarakat TTU.

Lebih lanjut Bupati David yang didampingi Wakil Bupati TTU Eusabius Binsasi dan Pjs. Sekda TTU Fransiskus Fay, dan Kepala Dinas Kominfotik TTU, Kristoforus Ukat menjelaskan, semua kegiatan dalam mendukung program 100 hari Kerja tidak menggunakan dana APBD tahun 2021.

Semua ini murni sumbangan dari pihak lain mulai dari masyarakat, pegawai, BUMN/BUMD dan pengusaha di kota Kefa.

“Kita dilantik tanggal 26 Februari sementara penetapan APBD 2021 1 Januari 2021, sehingga untuk program 100 hari ini murni sumbangan dari semua pihak. Meski ada yang komentar bawah kita hanya tanam bunga, dan sebagainya tapi fakta saat ini kota Kefa mengalami perubahan. Wartawan selama ini kan lihat, kecuali orang yang tidak seni saja yang tidak melihat dan menganggap perubahan itu tidak ada, ” tandasnya sambil tersenyum kepada wartawan .
“Kota Kefamenanu mulai bersih, kantor kantor mulai tertata rapi, tembok kantor dan pagar dibersihkan, dicat ulang, WC kantor yang aroma kurang bagus sudah bersih, halaman kotor ditanami tanaman hias, jalan mulai km 9 sampai km 2 depan rumah makan padang 2 ditanami bunga yang indah, tugu di cat warna menarik.
Begutupun ada 11 lampu hias di sejumlah titik sebagian besar sudah berfungsi baik,” tandasnya.

Baca Juga:  Warga Marah, Rumah Kepala Dusun Dijadikan Tempat Maksiat

Selain itu mengengakitifkan kembali posko2 Covid -19 karena sebelumnya menjelang kepemimpinannya sempat dihentikan sementara.

“Saat kita dilantik, kita aktifkan kembali untuk menekan penyebaran covid 19. Kita waspada penyebaran Covid bisa berkembang besar2 kalau tidak ada upaya menekan penyebaran covid. Selain itu kita tingkatkan pelayanan vaksin,” ujarnya sambil mengajak masyarakat TTU yang belum vaksin untuk ikut vaksin.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Datangi Mapolres, Bupati Raymundus Diperiksa Awal Januari

Selain itu penyelesaian persoalan sertifikat tanah warga Ponu Kecamatan Biboki Moenleu yang sudah beberapa tahun tidak tuntas akhirnya direalisasikan.

” Tanggal 22 April 2021 yang lalu kita sudah serahkan 1.145 sertifikat buntuk warga SP1 dan SP2 Ponu yang selama ini mengharapkan sertifikat tersebut sejak beberapa tahun terakhir,” tandas Bupati David.

Sementara itu, untuk proses RPJMD 2021-2026 sudah sampai tahapan terakhir dimana tinggal menunggu pembahasan dan penetapan DPRD pada sidang 1. Sehingga diharapkan untuk progran kerja sebagaimana yang dijanjikan saat berkampanye sebagian bisa diakomodir mulai perubahan APBD 2021.

“Jadi Progran Kerja sesuai visi-misi baru bisa dilaksanakan penuh pada tahun 2022,” tegasnya. (Kend)

  • Bagikan
error: Content is protected !!