Sentuhan Program Food Estate, Katrol Sumba Dari Kemiskinan

  • Bagikan

TimorBerita. Tambolaka – Pemerintah pusat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya menekan angka kemiskinan ditengah masyarakat.

Salah satunya dukungan Program Food Estate atau lumbung pangan Nasional yang sedang digelorakan pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian. Sentuhan program tersebut diyakini bisa mengkantrol Sumba keluar dari kemiskinan.

Sesuai data untuk tingkat kabupaten di NTT, empat Kabupaten di Pulau Sumba merupakan Kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat tiba di Bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (22/2/2021) mengatakan sudah saatnya masyarakat empat Kabupaten di Pulau Sumba keluar dari keterpurukan itu.

Viktor sangat yakin melalui program food estate bisa membantu masyarakat keluar dari masalah kemiskinan. Semua gerakan program akan terus dikawal sehingga menjadi solusi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur NTT Terpapar Covid di Jakarta Keluarga Negatif

” Gerakan yang dilakukan pemerintah pusat untuk membantu masyarakat NTT. Baik melalui permintaan Gubernur maupun Bupati, murni untuk membantu Sumba lepas dari masalah yang dihadapi selama ini,” tandas Gubernur Viktor Buntilu Laiskodat, seperti yang dilansir Selatan Indonesia.

Menurut Gubernur Viktor kehadirannya di Pulau Sumba untuk mendampingi Presiden Joko Widodo dalam agenda kegiatan kunjungan kerja meninjau pelaksanaan program Food Estate atau lumbung pangan Nasional yang dikerjakan para petani Sumba Tengah.

Program ini dipimpin langsung Bupati Paulus S. K Limu yang dijadwalkan, besok Selasa di Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah.

Baca Juga:  Gubernur NTT Sembuh Dari Covid-19, Sabtu Tiba di Kupang

Menurut Gubernur Laiskodat sesuai data urutan pertama daerah termiskin di NTT, Kabupaten Sumba Tengah, diikuti Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya menempati posisi kelima.

” Kalau ini tidak digerakkan dengan segala kekuatan maka tidak mungkin NTT bangkit,” tandas Gubernur Viktor.

Untuk mewujudkan ini, kata Viktor dibutuhkan kerja keras dan kesadaran masyarakat untuk berubah. Harus perlahan merubah pola pikir dan budaya masyarakat agar bersama-sama keluar dari persoalan yang dihadapi. Bukan terus mengeluh soal kekurangan infrastruktur penunjang seperti air dan irigasi.

” Bukan soal ada tidaknya air. Kebutuhan air bisa dibuatkan sumur bor dan semacamnya. Kalau permintaan irigasi ke Pak Presiden itu sudah pasti. Itu nantilah. Tanpa ditanya teman-teman wartawan pun itu jadi perhatian saya dan para Bupati untuk teruskan ke Pak Presiden,” tandas mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini.

Baca Juga:  Empat Penjabat Bupati Dilantik, Gubernur NTT Tegaskan Ini

Sekedar tahu Program Food Estate atau Lumbung Pangan Nasional yang sedang digelorakan Kementrian Pertanian RI, bisa mempercepat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani.

Untuk NTT saat ini terdapat dua kabupaten yang sedang menjadi lokasi Program Food Estate, yakni di Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Belu. (Gio-01/ TBc)

Editor Giovani Elias

  • Bagikan