Rakor FKUB Belu, Bupati Minta Tokoh Agama Lawan Isu Sesat

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Pemerintah Kabupaten Belu menggelar kegiatan Rapat Koordinasi bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (F-KUB).

Dalam Rakor para tokoh agama diimbau untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Belu menekan maraknya kasus dan isu sesat yang terjadi di tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan Bupati Belu Agustinus Taolin dalam arahannya saat membuka Kegiatan Rakor F-KUB yang berlangsung di Aula Lantai Satu Kantor Bupati Belu, Sabtu (24/7/2021).

Bupati Agus berharap dukungan para tokoh agama untuk membangun Rai Belu. Sebab belakangan maraknya kasus dan isu yang mencuat sehingga perlu waspada.

” Melalui Rakor ini usul saran, masukan kepada Pemerintah sangat diharapkan karena bermanfaat untuk kemajuan daerah ini” tandas Bupati Belu.

Baca Juga:  Ketua DPRD TTU Optimis Penetapan APBD 2021 "Free" Perkada

Menurut Bupati Agus pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak apalagi dukungan para tokoh agama. Tentunya dukungan dan kerjasama sangat diharapkan untuk bersama membangun Belu sebagai daerah perbatasan.

Dihadap para tokoh agama, Bupati Agus menyampaikan realisasi program pengobatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Belu. Agenda program ini secepatnya direalisasi karena Pemerintah Kabupaten Belu telah melakukan MoU bersama BPJS dengan total Coverate dengan mekanisme Nasional.

Dikatakan Pemerintah yang akan menanggung semua biaya pengobatan untuk masyarakat Belu caranya hanya menunjukan KTP.

Baca Juga:  Mahir Perbengkelan Setelah Dikirim Pemkab Belu, Begini Permintaan Pemuda

Untuk itu diharapkan semua tokoh agama dapat mensosialisasikan kepada masyarakat atau umat di lingkungannya masing masing.

Kesempatan itu Wakil Bupati Belu Aloysius Haleserens mengapresiasi dukungan para tokoh agama diwilayah Belu. Karena sudah mendukung larangan protokol kesehatan Covid. Ini menunjukkan komitmen dan perhatian yang sama untuk bersama pemerintah mendukung kemajuan daerah Belu.

” Tugas dan tanggung jawab bapak ibu tokoh agama sangat berat. Dengan peran masing masing tokoh agama sangat membantu pemerintah dalam memantau dan menghimbau masyarakat untuk taat dan patuh prokes,” tandas Wabup Aloysius Halesrens.

Menurutnya saat ini pemerintah sudah merekomendasi untuk menghentikan sementara pesta nikah, pesta adat dan kenduri dan kegiatan kerumunan lainnya yang berpotensi terjadinya penyebaran Covid.

Baca Juga:  Vincen Leo Mundur, Yeni Tasa Jadi Kepala Puskesmas Kota Atambua

Langkah pemerintah sudah didukung para tokoh agama agar bersama memutuskan mata rantai penyebaran wabah ini.

Cuma tahu, kegiatan Rakor diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa & Politik Pemerintah Kabupaten Belu menggelar kegiatan Rapat Koordinasi bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Hadir Rakor FKUB yakni Ketua FKUB Rm Stefanus Boysala, Pr, Wakil Ketua FKUB Pdt. Yuflina A.Takene, S.Th, Ketua MUI Kabupaten Belu Kaliman Lamarobak, Sekretaris FKUB dan para Anggota FKUB Se- Kabupaten Belu. (Ren-Kom/TĪ²com

  • Bagikan
error: Content is protected !!