Rubuh, Kualitas Embung Oe Baki Sainama Dipertanyakan

  • Bagikan

Timor Berita.Betun- Bangunan embung kelompok tani Oe Baki yang terletak di Desa Sainama, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timor, kondisinya memprihatinkan.

Bangunan embung ini kualitasnya dipertanyakan. Bangunan embung ini baru selesai dikerjakan tetapi sudah ambruk. Belum dipastikan penyebabnya, tetapi diduga kuat bangunan ini tidak sesuai spek.

Pantauan media ini Selasa (9/3/2021) proyek penyediaan dan pembangunan perasarana dan sarana irigasi berupa pembangunan embung dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, perlu ditelusuri karena belum dimanfaatkan tetapi sudah rubuh.

Anggaran pengerjaanya bersumber dari Alokasi Dana Kusus (DAK) senilai Rp 152.000.00.00. Selain itu pengerjaannya juga melebihi target waktu yang sudah ditetapkan yakni selama 120 (Seratus dua puluh) hari kelender kerja, terhitung sejak 25 Agustus hingga 22 Desember 2020. Sementara baru rampung di bulan Februari 2021.

Baca Juga:  PMKRI Cabang Kefamenanu Membina 80 Anggota Muda

Tokoh pemuda setempat Jefrianus Bria mengaku kesal terhadap kondisi pekerjaan embung. Baru selesai dikerjakan tetapi mengalami kerusakan serius pada sejumlah item.

“Embung itu baru selesai dikerjakan Februari 2021. Kita heran belum lama rampung tetapi sudah ambruk (Hau kare at iha awal bulan Maret,” tandas Jefrianus.

Ia pun tidak tahu penyebab kerusakan embung. Apakah murni bencana atau disebabkan faktor lain sehingga menyebabkan kerusakan embung. Sehingga pihak rekanan disilahkan untuk segera memperbaiki kerusakan.

Baca Juga:  Rusak Parah, Bupati Malaka Minta Perbaiki Jalan Provinsi

Terpisah, Penjabat Desa Sainama, Brinsyna Elfrida Klau mengaku tidak mengetahui persis secara teknis pekerjaan embung di wilayah Desa Saenama. Tetapi secara kasat mata orang awam pekerjaan embung sudah roboh, kemungkinan disebabkan akibat debit airnya besar.

“Air dari atas datang itu banyak. Sedangkan pintu saluran masuk menuju penampungan embung itu ukurannya kecil sehingga mengikis tanah yang disamping itu sehingga roboh,” ungkapnya
.

Baca Juga:  Reses di Lakekun Barat Dewan Henri Minta Warga Wajib Masker

Dikatakan, sudah ada informasi bahwa pekerjaan embung akan diperbaiki setelah musim hujan menggunakan dana pemeliharaan.

“Ini namanya force majure, terjadi longsor embung karena faktor alam dan bukan karena kelalaian rekanan,” ujarnya.

Elfrida juga menambahkan Saat ini masih dalam tahap pemeliharaan dan bisa diperbaiki menggunakan anggaran pemeliharaan sebesar 5% yang masih berada di pihak Dinas. Kerusakan embung baru bisa diperbaiki setelah musim hujan.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak rekanan kontraktor hingga berita ini diturunkan berhasil dikonfirmasi. (06-Vic)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan