Rumah Jabatan Bupati di Tempati Calon Incumbent, Pjs Bupati Tinggal di Hotel

  • Bagikan

BETUN, Timorberita.com–Rumah jabatan (Rujab) Bupati Malaka lagi lagi menjadi sorotan masyarakat.

Lantaran kehadiran Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Malaka tinggal di hotel. Sedangkan Rujab Bupati yang di sewakan negara, ditempati Calon Bupati incumbent Stef Bria Seran.

Sewa tinggal dinilai terjadinya pemborosan uang negara sehingga menjadi sorotan masyarakat.

Dalam kampanye di Raihenek Desa Rainawe Kecamatan Kobalima, Selasa (29/9/2020). Tim paket SN-KT menilai rujab Bupati Malaka menjadi sorotan masyarakat karena pemanfatannya tidak tepat sasaran.

Baca Juga:  SN-KT Unggul, Parpol Koalisi "Kurus" Puji Masyarakat Malaka

Calon Bupati Simon Nanak dalam orasinya mengatakan sebagai calon bupati, mestinya tidak boleh menyewakan rumah pribadi untuk dijadikan rujab.

Bagaimana rumah pribadi disewakan pakai untuk negara. Karena uang sewa rumah pribadi itu akan masuk kantongi sendiri.

“Kalau saya, uang sewa rumah pribadi itu digunakan untuk bangun rumah jabatan,” kata Simon.

Menurut Simon untuk membangun rumah jabatan itu tidak susah bila ada niat untuk membangun daerah. Ia mencontohkan, jika sewa rumah selama satu periode sebesar Rp 4.9 milyar.

Baca Juga:  Dirjen Bea Cukai Minta Dukungan Kapolri Naikan Target PNBP

Maka sebaiknya Rp 2 milyar dipakai untuk bangun rumah jabatan. Dan sisanya bisa dipakai untuk bangun yang lain atau dipakai untuk bantu kebutuhan masyarakat.

Menurut Simon, rumah jabatan mestinya harus dibangun untuk pelayanan yang efektif dan efisien. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak bangun kantor. Rujab harus dibangun untuk melayani masyarakat di luar jam dinas.

Baca Juga:  Ansi Lema Kunjungi Kelompok KBR Noelbaki

“Kantor dan rujab itu sebagai urat nadi dalam proses pelayanan masyarakat. Bagaimana uang kita gunakan utuk menyewakan rumah rumah selama satu periode. Itu namanya pemborosan uang rakyat,”ujar Simon

Simon mengatakan hanya di Malaka saja yang sewa rumah pribadi sebagai rujab. Dan kantor kantor juga belum dibangun dengan alasan rakyat belum sejahtera.

“Uang rakyat harus kembalikan pada rakyat untuk mengurus nasib rakyat,”pengacara kondang itu.(Joka)

  • Bagikan