Rumah Sakit Marianum Halilulik Terima Bantuan Hibah Pemprov NTT dan Pemkab Belu

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik Atambua menerima bantuan hibah dari pemprov Nusa Tenggara Timur dan Pemkab Belu.

Bantuan hibah ini untuk mendukung Rumah Sakit Katolik (RSK) Marianum Halilulik sebagai RS seconline Covid-19 di wilayah Kabupaten Belu.

Bantuan pemerintah berupa uang sebesar Rp 200 juta dari Pemprov NTT dan 1 alat tes Covid-19 jenis GeNose dari Pemkab Belu.

Bantuan kepada RS Marianum Halilulik diserahkan langsung Bupati Belu Agustinus Taolin dan diterima Sr. Agustin Nahak SSpS selaku Wakil Direktur RS Marianum Halilulik.

” Atas nama pemerintah dan masyarakat Belu saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT atas bantuan ini. Semoga kedepan terus diberikan kesehatan,” tandas Bupati Agustinus Taolin saat menyerahkan bantuan di RSK Marianum Halilulik (24/8/2021).

Bupati Belu berharap bantuan hibah dari Gubernur NTT bermanfaat untuk RSK Marianum yang rencananya untuk pengadaan genset. Tentunya dukungan fasilitas ini sudah terbantu untuk melayani masyarakat kecil di Halilulik dan sekitarnya.

Baca Juga:  Tampil Memukau di Rinhat, Simon Nahak Gunakan Dawan

” Kita mohon para suster suster juga mendoakan supaya Gubernur dan Wakil Gubernur tetap sehat dalam tugas. Kita harap agar kedepannya memberi banyak manfaat bagi masyarakat NTT,” tandasnya.

Bupati Agus berharap tes Covid jenis GeNose bisa membantu penanganan Covid RS Marianum sebagai RS seconline disiapkan fasilitas dan tenaga.

Bupati Agus menjelaskan GeNose merupakan salah satu alat pendeteksi berbasis Artificial Inteligent. Untuk GeNose positif rate-nya sama dengan antigen.

Alat tes jenis GeNose ini mampu mendeteksi Covid sama baiknya dengan rapid antigen yang tingkat keyakinan 95 persen. Jenis alat ini sangat handal sehingga masyarakat jangan percaya berita hoaks.

Menurutnya masyarakat yang ingin tes Covid menggunakan alat GeNose tidak boleh konsumsi alkohol sebelum pemeriksaan dalam waktu 30-60 menit. Sebelum tes juga tidak mengkonsumsi makanan atau minuman, termasuk makan sirih pinang.

Baca Juga:  Kibarkan Bendera di Perbatasan RI-Timor Leste, Ini Anggota Paskibraka Belu

Ia menjelaskan cara pemakaian GeNose hanya perlu meniup napas di kantong dan sudah keluar hasilnya. Hasil pemeriksaan GeNose tertulis oleh alat ini sehingga tidak ada penipuan karena tidak ada yang bisa merubah hasil pemeriksaan.

” Sesudah tiup ke kantong, nanti dibawa ke alatnya, akan membaca dan hasilnya positif atau negatif langsung diprint hasilnya,” terangnya.

Bupati juga menjelaskan biaya operasional GeNose lebih rendah karena hanya membutuhkan kantong dan hepafilter serta gratis untuk seluruh masyarakat Belu.
Untuk setiap 100 kali tes akan diganti hepafilternya yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan.

Bupati Belu mengajak managemen RSK Marianum Halilulik untuk kedepan bisa ditingkatkan statusnya menjadi Tipe C. Rumah sakit ini harus bisa dibangun menjadi dua lantai. Dibangun ruangan bangsal dan ruang UGD yang anggarannya tidak lebih dari Rp 20 miliar.

Baca Juga:  Pilkada 2020 Sukses, DPR RI Apresiasi dan Beri Catatan

Sementara Wakil Direktur RSK Agustin Nahak SSpsS mengapresiasi bantuan dari pemerintah. Ia menyampaikan terimakasih untuk Gubernur NTT dan wakil gubernur yang telah memberi perhatian untuk RS Marianum di tengah pandemi ini.

” Bantuan hibah ini akan digunakan untuk membeli genset. Ini rencana dan doa kami selama ini,” tandasnya.

Dihadapan Bupati dan Sr. Agustin mengapresiasi dukungan Pemkab Belu atas bantuan alat tes Covid jenis GeNose. Managemen RS Marianum sangat bersyukur karena ini merupakan mimpi sebelumnya.

Bantuan ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk screening masyarakat yang dicurigai terpapar atau melakukan perjalanan dari daerah terpapar Covid. (Ren/ Bell)

  • Bagikan
error: Content is protected !!