Salah Kelola Dana Desa, Jaksa Tahan Kades dan Bendahara Naekake B, Mutis

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu|| Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara, resmi menetapkan Kepala Desa Naikake B, Herminigildus Tob dan bendahara Milikhior Tob sebagai tersangka, terkait kasus dugaan korupsi dana desa.

Nilai kerugian hampir mencapai Rp 800 juta, itu masih dalam perhitungan sementara karena masih didalami lagi dalam penyidikan.

Kedua pejabat desa ini, menjalani pemeriksaan marathon sejak pagi dan langsung ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (13/4/2021) malam.

Baca Juga:  Tim Kejari dan Buser TTU Ringkus Terpidana Korupsi di Kali Naob

Sebelum di giring ke ruang tahanan, kedua pejabat desa sempat menjalani pemeriksaan kesehatan. Keduanya ditahan di Mapolres TTU selama 20 hari ke depan.

Kajari TTU Robert Jimmy Lambila kepada wartawan mengatakan kedua tersangka ditahan terkait dugaan korupsi penyalagunaan keuangan dana desa di Desa Naekake B, Kecamatan Mutis, Kabupaten TTU. Sesuai perhitungan berdasarkan bukti-bukti, negara dirugikan mencapai Rp 800 juta.

Baca Juga:  Menteri Asal Pulau Dewata Bangun Rumah Perlindungan Perempuan Semua Daerah

“ Hitungan kerugian sementara hampir mencapai Rp 800 juta. Kita masih dalami lagi, apakah itu sesuatu yang total los proyek mangkrak ataukah kita akan menghitung itu kekurangan volume pekerjaan. Kalau kita anggap total los maka kerugian negara bisa mencapai miliaran, tetapi dipastikan dalam penyidikan,” tandasnya.

Menurut Robert, kedua tersangka ditahan untuk kelancaran penyidikan. Alasan mendasar dilakukan penahanan, sesuai ketentuan KUHAP bahwa tersangka yang terancam hukuman di atas 5 tahun harus ditahan.

Baca Juga:  Pastikan Bantuan Rp 2.6 miliar Untuk Belu, Ansi Lema Bertemu 13 Kelompok Tani

Alasan lain, kedua tersangka bisa melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Juga untuk menjaga ketentraman dan keamanan di desa, sebab keduanya masih berstatus pejabat desa aktif. (Bell/Gio)

  • Bagikan