Sandiaga Uno Sambangi Desa Tertua di Bali, Ini Kosep Yang Ditemukan

  • Bagikan

TimorBerita. Denpasar – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berkantor di Bali sejak 28 Januari 2021 hingga Sabtu 30 Januari 2021.

Kehadirannya dalam rangka memulihkan pariwisata Indonesia yang sempat anjlok akibat pandemi Covid-19.

Menariknya di sela jadwalnya yang padat, Sandiaga masih bersemangat menelusuri desa di Bali.

Salah satu desa yang disambangi adalah desa wisata Taro. Desa wisata yang terkenal jauh sebelumnya dan menjadi desa tertua di pulau dewata Bali.

Perkampungan desa wisata Taro Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, dikenal kaya akan kisah dan peninggalan budaya pada masa lampau.

Baca Juga:  Kasus Bupati TTU Berlanjut, Kuasa Hukum Korban Datangi Bareskrim Polri

Keberadaan desa ini berkaitan erat dengan seorang yang sakti di masa lalu dari Jawa Timur ke Bali sekitar abad ke-8.

“Mengunjungi desa wisata Taro yang terletak di Tegalalang, Gianyar, Bali. Ini Merupakan salah satu desa tertua di Bali yang di dalamnya terdapat kebun tanaman obat yang cocok dijadikan agrowisata,” ujar Sandiaga di rilis Okezone yang dikutip dari laman instagramnya, @sandiuno.

Menurut Sandiaga, ide ini bermula dari warga yang kesulitan mencari beberapa jenis tumbuhan saat mempersiapkan upacara adat. Mereka pun memutuskan untuk mulai menanam bibit-bibit tanaman langka.

Baca Juga:  Pantai Abudenok Malaka Jadi Target RSI Dampingan Sandiaga Uno

Saat di perkampungan wisata itu Sandiaga kagum dengan produk buatan kelompok wanita di desa wisata Taro tersebut. Ia bahkan langsung mencoba minuman segar alami loloh teteran.

“Produk-produk ekonomi kreatif seperti loloh terteran, manisan jahe dan tomat dibuat oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Dwi Tungga Putri dengan cara menanamnya sendiri lalu mengolahnya menjadi produk yang siap dipasarkan,” sebut Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga:  DPD Partai Hanura NTT Gelar Rapimda dan Rakerda

Dikatakan selain dimanfaatkan warga setempat, apotek hidup di desa wisata Taro juga dijadikan sebagai edukasi bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke lokasi ini.

Menurut Sandiaga, dengan konsep wisata, ingin seterusnya melakukan kolaborasi dengan pemerintahan daerah setempat. Terlebih desa wisata Taro yang sudah dilengkapi fasilitas penginapan.

“Untuk penginapannya tersedia 4 kamar untuk wisatawan, sudah termasuk WiFi, makan pagi dan siang. Kita akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat dan juga masyarakat untuk memajukan desa ini,” ujarnya. (Okz/ Timbc)

Editor : Azka Gerardus

  • Bagikan
error: Content is protected !!