Sebuah Catatan untuk Penanganan Covid- 19

  • Bagikan

Bagi penulis ada dua tindakan penanganan yang bagi saya patut dioptimalkan saat ini untuk mencapai apa yang diharapkan; herdimmunity.Pertama, gerakan vaksinasi. Kedua, donor Plasma Darah. Dua jalan ini bagi penulis yang harus ditempuh hic et nunc.

Pertama, vaksinasi. Kabar gembiranya vaksin untuk melawan Corona telah tersedia dan vaksinasi massal mulai berjalan. Kabar buruknya masih ada nada-nada negatif terhadap vaksin dan vaksinasi ini. Yang utama dan penting dipahami oleh masyarakat awam adalah vaksin dan vaksinasi adalah tindakan preventif/pencegahan.

Apa itu vaksinasi? Vaksinasi adalah memasukan virus cloning atau virus palsu yang membuat sistem virus error dan tak berfungsi. Vaksin bukanlah tindakan pembunuhan virus melainkan sebuah tindakan yang membuat virus tidak bisa membuang kotoran dan masuk kembali ke membrannya.

Virus itu akhirnya membungkus dirinya sendiri. Dengan membungkus dirinya, virus nonaktif dan tidak memproduksi kotoran yang menimbulkan penyakit pada manusia.

Secara jelas dan ilmiah dapat dijelaskan apa yang dimaksud dengan vaksin yang penulis kutip dari BBCNews.Vaksin mempersiapkan tubuh manusia untuk melawan infeksi tertentu baik virus maupun penyakit. Di dalam setiap vaksin mengandung fragmen organisme penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau dimatikan.

Vaksin memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali penyerang yang masuk dan memproduksi antibodi. Tujuannya agar sistem imun mempelajari cara melawan organisme yang menyerang tubuh manusia.
Setelah melewati berbagai proses panjang akhirnya vaksin untuk melawan pandemi virus Corona diproduksi, beredar dan dipakai.

Baca Juga:  AMPERA MBD Kupang Dukung Amdal  Tambang Minyak Blok Masela yang dirumuskan PT. Impex

Secara global ada beberapa merk vaksin yang diproduksi oleh beberapa negara, antara lain Sinovac, Vaksin Moderna,AstraZeneca, Sinopharm, Pfizer/Blontech dan masih akan ada pelbagai merk vaksin dengan keunggulannya masing-masing yang siap diproduksi, diedarkan dan dimanfaatkan. Banyak negara telah memulai gerakan vaksinasi ini.

Problem yang dihadapi selama ini di berbagai negara soal minimnya vaksin, bisa terjawab. Masyarakat global diprediksi bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi dalam 2-3 tahun lagi karena adanya vaksin. Menurut Clare Wenham seorang Profesor Global Health Policy di London School of Economics, pandemi ini tidak akan usai hingga populasi dunia terlindungi dari infeksi sebelum vaksin disuntikan.

Berdasarkan data baru semua insan manusia akan disuntik vaksin Covid 19 pada tahun 2023/2024. Butuh waktu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin bagi miliaran penduduk dunia.

Melihat fakta di atas tentang betapa mendesak dan pentingnya vaksin dan vaksinasi massal,gerakan vaksinasi ini yang harus terus didorong agar herd immunity yang telah ditarget dapat tercapai. Setiap negara harus memberi pemahaman kepada masyarakat dan rakyatnya bahwa bila pandemi Corona ini perlu diakhiri, bila kehidupan dan aktivitas kehidupan dalam segala aspeknya hendak normal kembali, vaksinasi adalah cara dan jalan yang harus ditempuh.

Baca Juga:  Lomba Karya Ilmiah Tingkat Nasional Mahasiswa Batas Negara Sabet Juara II

Negara dan pihak-pihak berkompeten termasuk media massa bisa memberi pemahaman yang logis tentang vaksinasi. Informasi-informasi yang melenceng menuju hoax, pikiran-pikiran negatif terhadap vaksin dan vaksinasi harus dilawan dan diluruskan.

Bahwa vaksin Corona sama seperti vaksin-vaksin lain yang selama ini sudah diterima misalnya polio, TTG dan vaksin lainnya. Penting untuk setiap orang merelakan dirinya untuk divaksin. Boleh jadi sertifikat vaksin akan menjadi salah satu ‘tiket’ penting untuk berkunjung dan memasuki negara lain.

Kedua, Terapi dari donor darah plasma konvalesen. Selain dengan vaksin dan vaksinasi massal, ada satu jalan alternatif medis lain yang dipakai untuk melawan virus Corona. Bila vaksin adalah tindakan preventif/pencegahan,jalan ini adalahtindakankuratif atau pengobatan.

Faktanya menunjukan bahwa angka kesembuhan pasien Covid 19 menanjak tetapi sejauh ini belum ada obat khusus untuk mengobati para pasien yang terinfeksi virus Corona. Namun dunia medis menemukan salah satu metode pengobatan yang efektif adalah dengan terapi dari donordarah plasma konvalesen.

Plasma konvalesen adalah plasma darah yg diambil dari pasien Covid 19 yang telah sembuh kemudian diproses agar dapatdiberikan kepada pasien yang sedang dalam masa pemulihan setelah terinfeksi. Jadi donor darah plasma konvalesen adalah donor darah dari penyintas Covid 19 untuk membantu pasien lain yang belum sembuh.

Baca Juga:  Kisah Timor Timur Dari Provinsi Menjadi Negara Timor Leste

Donor plasma darah konvalesen merupakan sebuah metode terapi dan sudah dikenal sejak lama. Terapi ini berpijak pada pemahaman bahwa seorang penyintas infeksi setelah sembuh akan membentuk anti bodi dalam tubuhnya. Antibodi yg diberikan melalui plasma ini dapat membantuuntuk melawan infeksi yg sedang berjalan.

Donor atau terapi plasma konvalesen dipahami sebagai transfer anti bodi.Antibodi yang diberikan melalui plasma ini membantu melawan infeksi yang sedang berjalan.

Persyaratan donor darah plasma konvalesen mirip dengan donor darah biasa dan memiliki kriteria-kriteria tertentu yang tidak rumit. Bila dalam donor darah biasa, darah diberikan kepada pasien maka dalam donor plasma konvalesen yang disumbangkan adalah produk darah/ antibodi.

Dengan metode pengobatan donor plasma darah, penulis yakin bahwa bila diberi pemahaman yang baik semua penyintas Covid 19 atau mereka yang sudah sembuh akan dengan suka rela memberikan setitik darah/antibodinya membantu para pasien untuk mendapatkan kesembuhan.

Jalan pencegahan dan pengobatan telah terbuka lebar, kini saatnya untuk beraksimencegah dan melawan pandemi global ini. Hormat diberi untuk para tenaga kesehatan yang berada di garis depan selama pandemi ini melanda dan doa yang tulus untuk semua korban yang kehilangan nyawa akibat ulah Corona.

*Penulis adalah seorang pegiat Sosial, staf Fundação SCJ Diocese Maliana- tinggal di Maliana

  • Bagikan
error: Content is protected !!