Selamatkan Uang Negara, Bupati Dan Wabup Malaka Patut Diberi Penghargaan

  • Bagikan

Timor Berita. Betun || Bupati dan Wakil Bupati Malaka membuat terobosan program 100 hari kerja. Keduanya patut diberi penghargaan (reward) karena berhasil selamatkan uang Negara yang sudah lama hilang.

Dosen Stastistik Universitas Timor, Kondradus Yohanes Klau, S.Pd.,M.Sc, Jumat (21/5/21) mengatakan Bupati Simon Nahak dan Loise Lucky (Kim) Taolin patut mendapat penghargaan karena dinilai berprestasi berhasil membuat terobosan di awal pemerintahan baru.

Alasannya pemberian reward berdasarkan pandangan beberapa ahli dan pakar psikologi yang mengatakan, dengan memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi, maka orang lain akan termotivasi untuk ikut beprestasi.

” Orang yang berprestasi dan diberikan penghargaan tentunya membuat seseorang merasa dihargai.

Namun lebih dari sekedar penghargaan imbalan dari hal yang dilakukan dengan baik adalah melakukannya karena tidak semua pemimpin dapat mengembalikan uang negara yang sudah lama hilang,” ujar Kondradus.

Baca Juga:  Suasana Haru Mewarnai Sertijab Bupati Malaka, Ini Pesan Viktor Manek

Alumnus Sekolah Demokrasi Belu angkatan ke III, menilai terobosan yang dilakukan Simon Nahak dan Kim Taolin merupakan prestasi terbesar sehingga patut diapresiasi. Diawal pemerintahan keduanya membuat terobosan mengembalikan uang Negara yang hilang kabar sejak tahun 2014.

Untuk itu sebuah lembaga instansi atau organisasi, semestinya diberi penghargaan berupa prestasi jika implementasi kebijakan yang di lakukan berdampak pada kepentingan rakyat kecil.

“Jika audit ini tidak dilakukan, maka Uang negara Rp 8 miliar lebih itu akan hilang selamanya,” ujar Kondrad.

Baca Juga:  Paket Sakti Dari Koalisi "Kurus" Spontan Dipadati Ribuan Pendukung

Mantan aktivis GEMMA Kefamenanu itu mengatakan, ini adalah yang pertama kali terjadi di kabupaten Malaka bahkan di wilayah Nusa Tenggara Timur, ada pemimpin yang baru dilantik, namun konsisten terhdap pengelolaan keuangan Negara.

“Pemberian penghargaan dapat berupa pujian, hadiah, bonus, atribut (tanda) atau lainnya.” tandasnya.

Lanjut Kondradus mengamati perjalanan pemerintahan sekarang di Malaka, penghargaan itu patut di sematkan kepada Simon Nahak – Louse Lucky Taolin.

“Berkat Bupati dan Wakil Bupati Malaka Pemda Malaka hingga ke tingkat desa, hari ini sudah mulai lebih terbuka dan gesit dalam mengurus kepentingan umum masyarakat,” tandasnya.

Ia berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Simon Nahak-Kim Taolin terus melakukan pembenahan baik keuangan daerah, tata birokrasi dan kualitas sumber daya manusia maupun hal lainnya.

Baca Juga:  Hasil Survei Bukan Nyinyir, Paket SN-KT Dipastikan Menang “Besar” di Dapil III

Jika Pemda Malaka, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Malaka dapat mengeksekusi progam 100 kerja dengan baik, atau program-program unggulan yang sudah dicanangkan maka Pemda Malaka patut diberi penghargaan. Baik berupa pengakuan dari masyarakat, ataupun atribut dari Pemprov NTT maupun pemerintah pusat.

Dikatakan penghargaan tersebut menjadi penting dan
diperlukan untuk memotivasi seseorang, tetapi juga menimbulkan rasa kepercayaan dari masyarakat terhadap pemerintah.

Selain itu, juga sebagai pendekatan yang lebih mudah untuk memahami bagaimana
seharusnya masyarakat dan pemerintah saling bekerjasama dalam pembangunan. (Vigal)

  • Bagikan