Sering Makan Korban, Dinas PUPR Belu Atasi Genangan Air di Badan Jalan

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua – Genangan air di badan jalan tepatnya di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sering terjadi setiap musim hujan.

Kondisi ini sering menimbulkan korban bagi pengendara kendaraan roda dua yang melintas.

Mengatasi hal ini maka Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuat lubang resapan. Lubang resapan ini diharapkan bisa mengatasi masalah genangan air di lokasi tersebut.

Pantauan media ini Jumat (19/2/2021) nampak aktifitas pekerjaan sedang berlangsung. Sejumlah pekerja sibuk membangun penampung resapan sebagai solusi pembuangan air.

Lokasi titik tersebut menjadi langganan setiap musim hujan. Biasanya genangan air setinggi 30 cm sehingga membuat pelintas kendaraan bermotor waspada karena sudah banyak korban jatuh.

Baca Juga:  Perbaiki Jalan Longsor, Dinas PUPR Belu Bangun Kemah di Lokasi

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Vincent K. Laka mengaku sudah banyak warga yang mengeluh dengan kondisi genangan air diseluruh badan dan bahu jalan. Sudah banyak korban jatuh motor dan keciprat air saat melintas.

” Genangan air sudah menjadi masalah akut. Setiap musim hujan terjadi genangan air,” ujarnya.

Menurut Vincent selama ini belum bisa diperbaiki karena terkendala warga pemilik lahan tidak memberikan ijin agar lahannya dialirkan air ke lokasi yang aman.

Sehingga untuk mengatasi masalah genangan air tersebut dilakukan inovasi, sebagai upaya penanganan sementara. Caranya dibangun resapan pembuangan sehingga air tidak lagi tergenang di badan jalan.

Vincent mengaku perbaikan jalan genangan air dilakukan atas koordinasi bersama Wakil Ketua DPRD Belu. Sehingga bersama-sama turun ke lokasi melakukan survei dan solusinya dibangun resapan penampung.

Baca Juga:  Paripurna LKPJ Bupati Belu, Gerindra Sorot Tajam SK Teko

” Ini koordinasi dari Pak Dewan yang menginisiasi untuk segera perbaiki. Banyak warga yang mengeluh sering celaka. Syukur hari ini kita sudah kerja,” ujarnya.

Menurutnya upaya mengatasi genangan air dengan cara ini sebagai langkah uji coba. Bila berhasil tentu diterapkan pada lokasi lainnya.

Kendala yang terjadi selama ini hampir semua warga tidak mengijinkan lahannya untuk dialirkan air menuju titik aman.

Lanjut Vincent kegiatan yang dilakukan ini tanpa alokasi dana pemerintah. Ini koordinasi dan dukungan wakil rakyat, secara bersama mencari jalan keluar. Sehingga bisa dibangun penyerapan air dengan dukungan bantuan bersama seperti bantuan material pasir dan lainnya.

” Ini kerja tanpa dana pemerintah. Pak dewan yang koordinasi dan menginisiasi untuk mulai. Ketua Golkar Pak Jefri Nahak yang bantu sumbang material dan dukungan sedikit-sedikit dari mitra,” tandas Vincent.

Baca Juga:  LKPJ Bupati Belu Silpa Besar, Ini Penjelasannya

Menurut Vincent titik ruas jalan yang tergenangan air statusnya jalan kabupaten dan menjadi jalan utama menuju bandara Haliwen dan perbatasan Motaain.

Sebenarnya titik kerusakan jalan yang tergenang air sudah diatasi tahun lalu sesuai perintah Presiden Jokowi saat berkunjung ke Belu.

Kementrian PUPR dan Balai Pelaksana Jalan Wilayah NTT yang tangani. Tetapi belum ada realisasi karena alasan direffocusing untuk Covid-19.

” Kita sudah siapkan semua. Syaratnya lahan harus clear n clean dan itu kita sudah sampai tahapan sosialisasi. Tetapi tertunda anggaran pemerintah pusat besar dialihkan untuk Covid,” ujarnya.

  • Bagikan