Setahun Habiskan Rp 57 Miliar, Bupati Malaka Hentikan 3000 Tekoda

  • Bagikan

Timor Berita.Betun || Sebanyak 3000 lebih Tenaga Kontrak Daerah (Tekoda) Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur terancam di bekukan. Tekoda statusnya di afker lantaran aktifitas kerjanya tidak efektif. Sedangkan biaya honor dalam setahun Pemkab harus keluarkan biaya hingga Rp 57 Miliar.

Bupati Malaka, Dr.Simon Nahaka, Sh.,MH Senin (31/5/2021) dalam sambutannya saat misa penutupan bulan Maria di Gua Maria Louders Tubaki Betun, Senin (31/5/2021) menegaskan bahwa sudah instruksikan untuk membekukan ribuan tenaga kontrak. Alasannya perekrutan tidak sesuai analisa kebutuhan masing-masing kantor.

Ia menegaskan sudah instruksikan kepada Dinas Bagian Hukum dan Sekda Malaka untuk segera membekukan SK Tenaga Kontrak Daerah (Teda) untuk sementara waktu.

Baca Juga:  Maret Buka Jadwal Seleksi CPNS 2021, Menpan RB Sebut Jumlah Formasi

Menurut simon Nahak, pengeluaran anggaran terhadap 3000 lebih tenaga kontrak daerah itu menelan puluhan Miliar anggaran APBD. Sementara tupoksinya tidak tepat bahkan perekrutannya tidak sesuai kebutuhan masing-masing dinas.

” Kita buang anggaran terlalu besar, satu tahun Rp 57 Miliar ini anggaran tidak main-main. Dari pada setiap hari pergi tidak kerja tetapi hanya berdiri-berdiri, jaga toko mesin fotocopy, jaga apotik dan lain sebagainya lebih baik kita hentikan dulu,” ungkap Simon Nahak
.

Dikatakan pengrekrutan Tenaga Kontrak Daerah akan dilakukan dalam beberapa waktu kedepan jika ada instansi benar-benar membutuhkan.

Baca Juga:  Paket SNKT Nomor 1, Maknanya Satu Hati Raih Kemenangan

” Nanti satu dua bulan kedepan kita akan rekrut teko sesuai Besik ilmiu. Bukan rekrutan jadi teko lalu jaga toko dan yang lainnya,” ujar Simon.

Lanjut Simon Nahak, anggaran daerah harus diprioritaskan untuk hal yang urgen sehingga membawa kesejahteraan bagi Masyarakat dan kemajuan daerah.
Contoh saat ini Malaka belum ada taman kota, rambu lalulintas, saluran air, trotoar dan lainnya. Sehingga sebaiknya pos anggaran yang tidak tepat dipangkas dan hitungan anggarannya untuk program kerja.

“Kita boros anggaran tetapi dilain sisi kita susah, untuk air minum saja kita susah, nah ini hal-hal yang menjadi kebijakan saya, saya mohon dukungan dari bapak ibu sekalian, dari seluruh umat sedekenat Malaka, karena kita hanya mau buat yang terbaik untuk Malaka,” pinta Simon.

Baca Juga:  Rumah Jabatan Bupati di Tempati Calon Incumbent, Pjs Bupati Tinggal di Hotel

Bupati Simon menegaskan bersama wakil Bupati bertekad untuk membangun daerah kesejahteraan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi. Ia merasa heran saat menanyakan anggaran di semua instansi tetapi jawabnya semua tidak ada. Sehingga salah satu jalan memangkas pos anggaran yang tidak penting untuk dialihkan program kerja.

” Saya punya masyarakat Malaka, saya harus membangun Malaka, kita punya ASN, dan punya uang di Malaka, dan itu untuk masyarakat bukan untuk diri saya,” tandas Simon. (Vigal)

  • Bagikan