Siapa Pemimpin Pembawa Perubahan Untuk Malaka

  • Bagikan

KONTESTASI tentang pemimpin pembawa perubahan Renu Rai Malaka. Rekam jejak dari pelbagai bakal calon bakal dipertonton nantinya. Militansi, loyalitas dan totalitas diuji dalam kontestasi akbar kali ini.

Rai Malaka yang masih sangat “belia” kembali nanti akan menggelar perhelatan politik yang akan siap menggantikan bapak Bupati Stefanus Bria Seran yang sudah mengabdi selama kurang lebih 5 tahun kepemimpinan.

Pelbagai cara taktik, strategi politik kembali di siapkan dari bakal calon handal dari dua paket pasangan calon putera terbaik Malaka.

Tim sukses dari tiap calon giat melalukan pemasangan papan spanduk baliho untuk mempromosikan calon yang mereka andalkan.

Tak heran masing-masing calon menyiapkan amunisi demi perhelatan kali ini.

“Siapa yang salah buka langkah dia terlempar keluar gelanggang” istilah menantang ini menarik untuk di tunggu hasilnya. Sebab menjadi evaluasi selama 5 tahun yang sudah dijalankan dengan baik oleh Bupati Stefanus Bria Seran yang biasa dikenal sebutan SBS.

Tentang program RPM yang katanya terjangkit Virus Korupsi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, bahkan tak ada seorang Wakil Bupati. Berbagai pembangunan fisik telah dilakukan baik itu yang sudah selesai dan belum sama sekali oleh bupati yang kerap disapa SBS ini.

Rai Malaka yang Masih sangat belia tentu sangat membutuhkan pemimpin yang mampu merangkul dari setiap desa khususnya dan Malaka umumnya.

Baca Juga:  Cegah Ketimpangan Sosial Pilih Pemimpin Yang Tahu Adat Wese – Wehali

Ia yang mampu memberikan pemerataan pembangunan dari tiap sektor guna mencapai kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah Malaka. Masyarakat tentu sudah tahu kepada siapa nuraninya ia berikan untuk membawa perubahan kedepan nantinya.

Kali ini saya pastikan jurus “sekali dayung 2,3 pulau terlampau. Begitupun lainnya Tak ada Rotan Akar pun Jadi” akan menjadi senjata ampuh dalam kontestasi ini.

Resepnya siapakah sosok yang akan menjadi kepala keluarga untuk Malaka? Apakah kepala keluarga bersifat arogan atau tidak? Rendah hati ? Kepala keluarga yang bersifat merangkul dan karakter lainnya..??

Kali ini kita diperhadapkan dengan dua pilihan yang dilematis.  Karena yang menjadi calon dalam pilkada adalah putera-putera terbaik Malaka. Wacana menarik lain yang santet terdengar dari berbagai kalangan, dua paslon yang ikut berkompetisi terjadi pertarungan sengit. Antara pasangan calon nomor 1 Simon Nahak -Kim Taolin (paket SN-KT) dan pasangan calon nomor urut 2 Stefanus Bria Seran-Wandelinus Taolin (SBS-WT).

Tetapi inilah Demokrasi. Siapa saja bebas mencalonkan diri namun kepada rakyatlah kita menjadi tumpuan utama dalam perhelatan itu.

“Dari Rakyat Oleh Rakyat Dan Untuk Rakyat”

Baca Juga:  Malaka Butuh Sosok Pemimpin Sederhana, SN – KT Pilihan Tepat

Semoga kalimat diatas benar-benar dimaknai siapa saja yang mencalonkan diri dan nantinya terpilih menjadi orang nomor 1 di Kabupaten Malaka. Semuanya itu berawal dari rakyat dan kembali kepada tangan rakyat.

Perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi itu adalah hal yang Lumrah. Namun bagaimana kita memaknai perbedaan itu dengan baik. Belakangan ini kita cermati bersama yang selalu digunakan dalam politik Malaka adalah saling menghujat satu dengan lain.

Tapi kita tidak tahu bahwa mereka adalah putra-putra terbaik yang siap membangun Rai Malaka.

Cinta kasih terhadap masyarakat itu yang utama. Dia adalah alasan mengapa anda berada dalam denah politik itu sendiri. Bukan cinta terhadap kelompok tertentu,bukan cinta terhadap keluarga,bukan cinta terhadap orang lain tetapi cinta terhadap semua elemen masyarakat Malaka.

Cinta terhadap oposisi karena dia adalah salah satu dari sekian banyak orang yg sudah berusaha untuk membuat anda bekerja lebih giat yang nantinya bisa akan menjadi pemenang dalam kontestasi itu. Salah satu bentuk kedewasaan dalam berpolitik adalah bagaimna kita merangkul kembali lawan kita dengan cara apa saja.

Dengan sendirinya mereka/kami/kita menilai bahwa rasa cinta itu memang ada disetiap insan politikus itu sendiri. Contohnya adalah presiden kita saat ini bapak Joko Widodo mampu merangkul kembali lawannya dalam perhelatan politik kemarin.

Baca Juga:  Politik Dikambing Hitamkan, Menjadi Momok Masyarakat

Bekal besar yang akan di tanggung para calon untuk merangkul semua masyarakat yang sampai detik ini belum di perhatikan. Sebanyak 12 kecamatan 127 desa kita satu dalam perbedaan itu.

Masyarakat impikan siapaun pemimpinnya harus bisa melakukan terobosan dan pemerataan pembagunan di wilayah foho dan fehan.

Sebagai seorang pemimpin yang menjanjikan segalanya tentu ia sudah paham pancasila terutama sila ke-5 (keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia) maka ia harus bekerja sesuai dengan apa yang ia janjikan.

Perihal “Janji adalah Hutang”maka jangan heran saja kalau masyarakat bertanya dan tagih janji yang belum ditepati.

Untuk putra-putra Malaka terbaik kali ini siapa saja yang terpilih menjadi pemimpin kedepan. Mari kita bergandeng tangan bersama bahu membahu untuk membangun Rai Malaka Tercinta

Biarkan kabupaten kecil di perbatasan RI RDTL tumbuh subur, biarkan terus mekar dalam perbedaan itu. Jangan nodai dengan virus korupsi kolusi Dan nepotisme (KKN). Mari kita jaga dan kawal bersama Rai Malaka .

Penulis : Chrisantus Nana, Mahasiswa UKAW Kupang, Ketua Umum Itakanrai Kupang, Penulis Buku Sajak Kerinduan.

  • Bagikan