Simon & Kim Prioritas Audit, Dari Kabupaten Hingga Dana Desa

  • Bagikan

TimorBerita. Malaka|| Pasangan calon bupati dan wakil bupati Malaka terpilih, Simon Nahak dan Loise Lucky (Kim) Taolin berkomitmen untuk mengaudit penggunaan anggaran yang selama ini dimanfaatkan.

Sasaran audit keuangan berlaku untuk semua instansi pemerintah hingga pemenafaatan dana desa termasuk mantan Bupati Malaka. Audit ini menjadi target program 100 hari kerja setelah Simon dan Kim menjadi bupati dan wakil bupati Malaka.

“Suka tidak suka, mau tidak mau 100 hari kerja saya akan audit. Kita ingin meluruskan yang bengkok menjadi lurus, kita ingin kerja yang lurus dan bersih,” tandas calon Bupati Malaka terpilih Simon Nahak, saat ditemui wartawan usai pleno penetapan bupati dan wakil bupati Malaka terpilih oleh KPU Malaka, di Aula Susteran Ssps Betun, (22/3/2020).

Baca Juga:  Pilkada Malaka Sudah Berakhir, Kerja Diam-Diam Jangan Pikir Aneh Aneh

Simon menegaskan, di kepemimpinannya bersama wakilnya ingin daerah Malaka bersih, bekerja sesuai aturan. Bukannya merugikan daerah dan masyarakat di daerah ini. Jadi prinsipnya pemerintahan yang baru harus memulai dengan suasana yang bersih.

” Saya dibangku kuliah tidak diajarkan untuk aneh-aneh kalau tidak sesuai aturan harus ditindak. Kita ingin daerah ini bersih,” tegas pengacara kondang ini.

Menurut Simon, sesuai pekerjaan apapun itu harus ada aturannya, tingkat kabupaten perdanya harus ada dan jelas. Jika Perda belum perda maka harus ada kajian dari ahli, untuk dikeluarkan keputusan peraturan Bupati. Jika tidak ada maka itu tidak ada toleransi.

Baca Juga:  Calon Bupati Malaka Imbau Jaga Kesejukan Jangan Terprofokasi

Kabupaten Malaka bupati hanya satu, tidak ada bupati yang lain. Kalau semua jadi bupati tentu akan kacau saya bukan seperti yang lain.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KPU Malaka dan Bawaslu yang sudah bekerja keras sehingga semua tahapan berjalan aman lancar dan sukses hingga pleno penetapan paslon bupati dan wakil bupati terpilih.

” Terima kasih kepada Tuhan dan leluhur. Untuk semua keluarga, tim pemenangan dan masyarakat Malaka, termasuk teman-teman media, yang cukup agresif membangun opini yang begitu bagus,” ujarnya.

Simon berharap kedepan agar media mendukung kepemimpinan ini, bisa kerja sama bersama membangun Malaka. Bukan hanya bupati sendiri akan tetapi harus keterlibatan semua pihak kemenangan rakyat, bukan kemenangan SN-KT. Pilkada sudah selesai, yang berlalu biarlah berlalu, bagaimana saat ini kita fokus kedepan untuk membangun Kabupaten Malaka.

Baca Juga:  Calon Bupati Malaka Imbau Jaga Kesejukan Jangan Terprofokasi

Simon juga menyampaikan terima kasih kepada petahana Stefanus Bria Seran, yang sudah memimpin Malaka dan sudah membangun Malaka selama 5 tahun. Yang baik akan dipertahankan dan yang belum akan dibangun. Ini penegasan supaya tidak salah persepsi.

“Kita sekarang bersaudara, bersahabat, dengan semua komponen yang ada. Semua golongan masyarakat, sekarang tidak ada lagi nomor satu dan dua, dan sekarang. Kita satu bersaudara, satu untuk membangun Malaka, dengan semangatnya yang ada sehingga benar-benar program Sakti terealisasi tidak hanya di bibir,” ujarnya. ( chiles/ gio)

  • Bagikan