Siswa SMK Kusuma Atambua Tampilkan Busana Butik, Desain Pribadi

  • Bagikan

TimorBerita.Atambua- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik Kusuma Atambua kembali mengasah kompetensi peserta didik.

Sekolah ini mengadakan ujian Kompetensi Keahlian (UKK) busana butik bagi para siswa kelas akhir. Kegiatan lomba unjuk kebolehan berbusana butik digelar pada Senin (8/3/2021).

Pantauan media ini kegiatan panggung asah ketrampilan berlangsung di halaman SMK Katolik Kusuma yang beralamatkan di Dusun Raibasin, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Lomba yang digelar para siswa menjadi tontonan menarik para orang tua murid dan masyarakat sekitar. Acara berlangsung meriah dengan memperhatikan protokol Covid-19.

Baca Juga:  Hasil Pleno Kecamatan Simon Nahak-Kim Taolin Unggul 984 Suara

Peserta yang mengikuti UKK dari siswa Kelas XII Jurusan Busana Butik yang berjumlah 159 siswa, dengan perincian 154 wanita dan 5 peserta laki-laki.

Kepala SMK Katolik Kusuma Atambua Sr. Agustina Bete Kiik, SSps saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan mengatakan ujian kompetensi keahlian siswa ini sebagai ajang untuk menilai keterampilan siswa selama tiga tahun mereka dididik.

“Ia, ini adalah kegiatan khusus dan wajib untuk semua siswa kelas XII pada Jurusan Busana Butik. Ini merupakan karya dan rancangan mereka sendiri,” tandasnya.

Menurut Sr. Agustina, seluruh karya ujian kompetensi keahlian siswa dan siswi dinilai dan diuji oleh tim dari Dunia usaha dan Dunia industri yang relevan serta kompeten di bidangnya masing-masing.

Baca Juga:  Peserta CPNS Dilepas Ikut Pelatihan di Provinsi, Begini Pesan Wabup Belu

Diharapkan, hasil ujian kompetensi keahlian ini nantinya dapat bermanfaat. Bukan hanya bagi siswa itu sendiri sebagai syarat mengikuti ujian, tapi juga bermanfaat bagi orang lain terutama bagi dunia industri serta masyarakat sekitarnya.

” Jadi awalnya itu mereka desain sendiri, setelah didesain mulai proses penjahitan sampai pada memperagakan hasil rancangan tersebut,” ungkapnya.

Ia berharap kedepan para siswa mampu membuka usaha sendiri. Setelah mengikuti ujian ini, siswa akan mendapat sertifikat dari dunia industri dan dunia usaha sebagai bekal untuk melamar pekerjaan atau membuka usaha sendiri.

Baca Juga:  Kampanye di Laenmanen Warga "Hening" Hormati Dua Tokoh Mantan Wakil Bupati Asal Foho

Sementara Ines Radja mengaku senang dan bangga karena sebagai peserta UKK bisa tampil beda dengan karya sendiri. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua guru dan dukungan pihak lain atas kelncaran kegiatan lomba ini.

” Senang dan bangga bisa tampil seperti saat ini. Terima kasih kepada pihak sekolah yang telah merencanakan dan mengatur kegiatan ini sehingga berjalan baik dan lancar,” ujar peserta UKK yang satu ini.

  • Bagikan