Tak Cukup Bukti, Kasus Bupati Raymundus Vs Margorius Dihentikan

  • Bagikan

TimorBerita. KefamenanuPenyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU), resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dengan pelapor Margorius Bana dan terlapor Raymundus Sau Fernandes.

Kasus tindak pidana dugaan tindakan penganiayaan yang menyeret Bupati Raymundus terjadi sejak, 6 Desember 2020 lalu. Lokasi kejadian di Desa Oeolo, Kecamatan Musi Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bukti Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan atau SP3 yang dikeluarkan pihak penyidik Polres TTU, karena alasan tidak cukup bukti.

Kuasa Hukum pelapor Margorius Bana, Charlie Usfunan SH, MH saat di konfirmasi Jumat (12/2/2021) membenarkan bahwa kliennya sudah menerima surat perintah pemberhentian penyelidikan. Alasannya berdasarkan bukti visum tidak terdapat bukti kekerasan dan kurangnya saksi.

Baca Juga:  Tim Satgas Covid Bergerak, Bupati TTU Perintah Pintu Utama Diperketat

” Betul sudah SP3. Alasannya hasil bukti visum tidak ada lebam dan saksi kurang,” ujar Charlie.

Charlie menilai sikap polres TTU kurang profesional, karena jelas-jelas terjadi peristiwa dan ada korbannya dan saksinya. Tetapi hal itu di abaikan penyidik sebagai penegak hukum.

Ia juga menyayangkan keterlambatan hasil visum et repertum hampir sebulan penyidik tidak mendapatkan visum dari RSUD Kefamenanu. Visum itu baru didapat setelah dirinya berinisiatif melakukan pengecekan di Polres terkait perkembangan penyelidikan.

” Kok bisa terjadi, ada apa ini? Jelas-jelas terjadi peristiwa, ada korbannya dan saksinya. Bukti visum itu pun di dapat setelah saya datangi Polres,” ujarnya.

Baca Juga:  Meski Menuai Protes, Bupati TTU Tetap Buka Pameran

Untuk itu lanjut Charlie sebagai kuasa hukum, lebih memilih langkah bersabar dan tenang tenang saja. Sambil menunggu perkembangan lanjutan sebab kebenaran dan keadilan pastinya akan terungkap terang benderang.

Sementara Penasehat Hukum terlapor Robertus Salu, SH MH mengatakan sejak awal pihaknya sangat meyakini bahwa laporan tersebut dibuat mengada-ada tidak didasarkan fakta-fakta sehingga pastinya dihentikan proses penyelidikannya.

” Kami sudah yakin sejak awal bahwa laporan kasus ini akan dihentikan. Alasannya karena klien saya sama sekali tidak melakukan tindak pidana penganiayaan. Sebagaimana yang dilaporkan Margorius Bana,” ujar Robertus.

Sebagai Kuasa Hukum lanjut Robertus kliennya Raymundus Fernandes yang adalah Bupati TTU, sama sekali tidak melakukan tindakan penganiayaan. Laporan itu tidak benar, tidak sesuai fakta-fakta hukum. Sehingga sangat wajar proses hukum penyelidikan kasus ini di hentikan.

Baca Juga:  Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Belu 850 Unit

Pengacara muda ini menambahkan sangat menghormati kinerja penyidik Polres TTU yang sudah menerbitkan surat pemberhentian penyelidikan. Kinerja Polisi patut diapresiasi sikap profesionalisme Polisi sebagai penegak hukum.

” Kita sangat mengapresiasi langkah pihak Kepolisian Resort TTU yang telah memberikan kepastian hukum dengan mengeluarkan surat pemberhentian penyelidikan. Artinya kasus ini tidak cukup bukti sehingga dihentikan, karena laporannya mengada-ada tidak sesuai fakta hukum,” tegas Robertus. (Mol/ 07-Red)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!